Bubur Merah dan Mandi Syafar, Upaya Tradisi Jauhkan Bencana

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri saat Begawe Adat di Bendungan Meninting Lingsar Lombok Barat

MATARAM RADIO CITY

MATARAMRADIO.COM – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Lombok Barat atau Lingkar Bendungan Meninting menggelar gawe adat dengan membagikan bubur merah kepada masyarakat dan tamu undangan.

Pembagian bubur merah di Bulan
Syafar, menurut Ketua Majelis Adat Sasak (MAS), Lalu Sajim Sastrawan sebagai upaya masyarakat Sasak untuk menghindarkan diri dari segala bencana.

Biasanya, kata Sajim Sastrawan di Bulan Safar sering terjadi bencana dan salah satu upaya masyarakat Sasak menghindarkan bencana di tahun-tahun mendatang dengan membagikan bubur merah. “Semoga kita dihindarkan dari segala bencana,” katanya.

BACA JUGA:  Kapolda NTB Berganti. Irjen Pol Hadi Gunawan : Amanah Harus Dijalankan dengan Penuh Tanggung Jawab

Selain membagikan bubur merah, jelas Sajim Sastrawan upaya lain yang dilakukan masyarakat Sasak dalam menghindarkan diri dari bencana dengan mandi Syafar atau yang biasa dikenal di masyarakat dengan sebutan Rebo Bontong.

Rebo Bontong, kata Sajim Sastrawan merupakan tradisi mandi bersama masyarakat yang dilakukan di sungai, laut atau mata air. Dimana, pada malam harinya masyarakat melaksanakan sholat hajat memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari segala bala bencana.

BACA JUGA:  Dewan Pers : Disetujui, UKW Akselerasi

“Mandi Syafar merupakan simbol membersihkan diri dari penyakit, hambatan dan persoalan sehingga terhindar dari segala bencana,” katanya.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menilai apa yang dilakukan masyarakat dengan begawe adat merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sebab segala sesuatunya tidak akan terjadi jika tidak mendapat ridho Nya.

Dan, kata Wagub keberadaan Bendungan Meninting yang dihajatkan untuk kemaslahatan masyarakat agar dijaga kelestariannya alamnya sehingga mata air tetap terjaga. “Para kepala desa di sekitar Bendungan Meninting agar tetap menjaga alam sehingga mata air tetap terjaga dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Kesampingkan Ego Sektoral untuk Bangun Bangsa

Wagub meminta kegiatan- kegiatan yang baik yang tumbuh di masyarakat agar tetap dijaga sehingga dapat menjadi warisan anak-anak di masa mendatang.

“Dinas Kebudayaan agar dapat menjaga warisan yang menjadi ciri khas masing masing daerah di NTB,” pintanya.***