Bunuh diri didefinisikan sebagai suatu tindakan merusak diri sendiri yang berakibat pada kematian, selanjutnya bunuh diri adalah dimana seseorang yang dengan niat dan kesengajaan membunuh dirinya sendiri atau melakukan tindakan mengambil nyawanya sendiri, dan tidak mungkin bunuh diri terjadi tanpa alasan.

Sehingga ketika kita mendengar seseorang berkata bahwa tidak ada yang memedulikannya, tidak mau hidup namun mau mati saja, orang tersebut tengah menghadapi tekanan yang begitu berat atau peristiwa traumatis dalam hidupnya, maka kitapun haruslah peka dan memberikan perhatian kepada orang tersebut.
Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa bunuh diri merupakan penyebab kedua kematian pada usia remaja setelah kecelakaan. Pada setiap kasus bunuh diri, ternyata ada sekitar 20 kejadian perilaku percobaan bunuh diri, dan lebih banyak lagi kasus menyakiti diri sendiri yang tidak fatal. Percobaan bunuh diri dan perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) perlu untuk dipahami karena merupakan pintu masuk pada perilaku bunuh diri yang fatal yang dapat berakibat pada kematian. Sayangnya, tidak banyak orang yang di sekitar remaja yang dapat menjelaskan mengapa remaja berperilaku bunuh diri.


Seseorang yang hendak bunuh diri biasanya akan menunjukkan gejala-gejala atau niatannya secara tersirat maupun tersurat. Ada beberapa orang yang berperilaku bunuh diri menunjukkan tanda-tanda tertentu seperti berbicara tentang kematian, menghubungi orang-orang terdekat dan meminta maaf disertai dengan kata-kata perpisahan, menarik diri dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, terlihat cemas dan depresif dan perubahan lainnya, namun ada juga orang yang berperilaku bunuh diri tanpa menunjukkan tanda-tanda yang dapat dikenali.
Mengapa kasus bunuh diri ini banyak terjadi di kalangan remaha, hal ini karena masa remaja adalah masa yang sangat berat dan rentan akan depresi dikarenakan masa ini adalah fase penuh perubahan, baik secara fisik, emosi, hubungan sosial dan intelektual, juga dalam tahap perkembangan ini ia bukan lagi seorang anak dan bukan orang desawa, tapi berada pada transisi antara anak dan dewasa, masa mencari identitas diri, berpikir dan bertindak kadang tidak realistik.
Adanya perubahan-perubahan tersebut menuntut remaja untuk harus dapat melakukan penyesuaian diri. Dalam kondisi ini ada remaja yang mampu, namun tidak sedikit pula tidak mampu melakukan penyesuaian diri tersebut sehingga menimbulkan masalah.
Remaja bunuh diri dapat disebabkan karena beberapa masalah yang dihadapi seperti adalah masalah ekonomi, masalah dengan orangtua, masalah dengan teman, masalah percintaan, gangguan kesehatan, persoalan sepele, doktrin dan ajaran sesat sehingga mengakibatkan stres tinggi dan tidak dapat diselesaikan sehingga terpikir untuk bunuh diri. Selain penyebab diatas, juga yang dapat mempengaruhi untuk bunuh diri adalah tingkat depresi yang tinggi, kecerdasan emosi yang rendah, tipe kepribadian, dan minimnya dukungan sosial.
Selanjutnya terdapat tipe remaja yang perlu diwaspadai rentan melakukan bunuh diri ketika ia menunjukkan perilaku yang sangat agresif terutama terhadap dirinya; mudah tersinggung biasanya melibatkan perasaan marah atau frustrasi yang sering muncul bahkan terhadap hal-hal yang terkecil sekalipun; suka mencari perhatian dan sensasi, serta impulsif dimana ketika melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya dan cenderung dilakukan secara berulang-ulang.
Selain tipe tersebut diatas juga yang perlu diwaspadai jika remaja mengalami gangguan pikiran, perasaan, atau tingkah laku yang menyebabkan penderitaan serta gangguan fungsi sehari-hari seperti perubahan mood atau suasana hati yang drastis, penurunan fungsi kognitif, perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungan sosial, kurang percaya diri atau kerap merasa rendah diri.
Ketika ada orang yang menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan bunuh diri, yaitu :
1. Ajak berdiskusi dan jadilah pendengar yang baik
Orang yang berkeinginan untuk bunuh diri biasanya sedang mengalami masalah berat. Peran orang terdekat sangat penting dalam membuka percakapan hangat agar ia mau berbagi cerita terkait masalah yang sedang dialaminya, dengarkan dengan tetaplah diam dan menjadi pendengar yang baik sebagai pencegahan bunuh diri.
2. Bantu selesaikan masalahnya semampu Anda
Orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri sangat menderita secara emosional. Bunuh diri dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menghadapi masalahnya sendiri. Oleh karena itu, cobalah untuk tawarkan bantuan apa saja yang mungkin ia butuhkan. Bila memang permasalahan dirasa cukup besar, bisa melibatkan kerabat maupun keluarganya
3. Jangan biarkan kesepian
Sebisa mungkin jangan biarkan ia sendirian dan temani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anda bisa menghubunginya lewat panggilan telepon, video call, atau pesan teks sebagai pencegahan bunuh diri.
Selain itu, singkirkan semua barang-barang yang dianggap berbahaya untuk mencegahnya melakukan bunuh diri, seperti senjata api, senjata tajam, atau obat-obatan yang berada di sekitarnya.
4. Ajak untuk menemui psikolog atau psikiater
Bila memang usaha Anda belum berhasil merubah niat atau sikapnya untuk melakukan bunuh diri, maka bisa mengajaknya ke psikiater. Dengan begitu, ia pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasari pikiran dan perilakunya untuk bunuh diri.
Pada dasarnya, pencegahan bunuh diri bisa teratasi dengan baik selama keluarga dan temannya ikut peduli untuk membantu serta mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi orang tersebut. Itulah mengapa support system memainkan peran penting dalam pencegahan bunuh diri.
Dengan mengetahui tanda seseorang ingin bunuh diri, langkah pencegahan bunuh diri bisa dilakukan, sekian dan terima kasih semoga bermanfaat.











