Cicit Pahlawan Nasional Maulanasyeikh Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Lapangan Malomba Ampenan. Inilah Inti Khotbahnya!

Ribuan warga Ampenan hadiri Shalat Idul Adha di Lapangan Malomba, khatib sampaikan pesan ikhlas berqurban dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini berlangsung khidmat di bawah pengamanan TNI AL yang juga menata lalu lintas dan parkir jamaah yang membludak sejak matahari terbit.

Habib Hazan bin Zen Alaydrus bertindak sebagai imam, sementara khatib diisi oleh Ustadz Lalu Muhammad Gede Zainuddin As Tsalit—cicit dari pahlawan nasional asal NTB sekaligus pendiri organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid.

BACA JUGA:  Wakil Walikota Minta JCH Kota Mataram Hindari Perdebatan

Dalam khotbahnya, Ustadz Gede menyampaikan pesan penting tentang keikhlasan dan makna pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Ia mengangkat tema: “Ikhlas Berqurban: Berbagi, Menebar Kebahagiaan, dan Memupuk Kepedulian untuk Merajut Kebersamaan.”

“Berqurban bukan semata soal menyembelih hewan, melainkan bentuk kepatuhan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Gede di hadapan ribuan jamaah.

Ia menegaskan bahwa ibadah qurban adalah latihan untuk mengikis sifat riya (pamer) dan menunjukkan bentuk cinta tanah air yang diwujudkan dalam semangat berbagi dan kepedulian sosial.

BACA JUGA:  Dewan Pers : Disetujui, UKW Akselerasi

Mengutip surat Al-Hajj ayat 37, khatib menekankan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari pelakunya.

“Qurban bukan hanya ritual tahunan. Semangat berqurban bisa diwujudkan dalam bentuk tenaga, pikiran, bahkan waktu kita, untuk kemaslahatan bersama,” tambahnya.

Ia juga menyinggung pesan almarhum buyutnya, TGH Zainuddin Abdul Majid, bahwa segala amal harus dilandasi dengan keikhlasan hanya kepada Allah SWT.

BACA JUGA:  Selain Arya Kamandanu, Ada Ferdi Sambo di Laga Spektakuler Presean Mayura 2022

Khotbah ditutup dengan ajakan kepada jamaah agar menjadikan momen Idul Adha sebagai refleksi spiritual, serta terus menjaga ibadah shalat dan semangat memberi, apapun profesi mereka—baik sebagai guru, dosen, ASN, TNI, atau masyarakat biasa.

Shalat Idul Adha di Lapangan Malomba berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan hingga akhir acara. Ribuan jamaah tampak membubarkan diri dengan tertib usai pelaksanaan khutbah, membawa pulang pesan moral dan spiritual yang menggugah kesadaran kolektif untuk hidup lebih bermanfaat dan penuh kepedulian. (editorMRC)