Peringati Waisak, Umat Budha Tebango Gelar Prosesi Keliling Kampung

MATARAMRADIO.COM, Lombok Utara – Memperingati Hati Raya Trisuci Waisak 2565 BE (Budhisera) umat Budha Dusun Tebango Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara menggelar prosesi keliling kampung.

“Prosesi keliling kampung sebagai upaya memperingati tunduknya rasa kebencian di atas pancaran kasih sayang,” jelas Upasaka Pandita Metawadi kepada Mataramradio.com, Rabu (26/5/21).
Selama pelaksanaan kelilimg kampung yang diikuti oleh umat Budha yang dipimpin seorang pandita, jelas Meta umat Budha membaca gata kemenangan, Jaya Manggala Gata.
Gata ini menceritakan kemenangan Pangeran Sidharta Gautama saat menaklukan Gajah Girimekala (Gajah Mabuk). Dimana, gajah mabuk dipersiapkan untuk merusak kesungguhan Pangeran Sidharta Gautama dalam menyebarkan pancaran kasih sayang. Namun, ketika bertemu Pangeran Sidharta Gautama justru gajah tunduk dan berjalan beriringan dengan Pangeran Sidharta. “Tunduknya gajah girimekala ini berkat pancaran kasih sayang,” jelas Meta.
Sedang Upasaka Pandita Damatha Samena menekankan, prosesi keliling kampung merupakan salah satu prosesi meditasi dengan berjalan kaki. Diharapkan, selama meditasi keangkaramurkaan, kebencian dan hal lain yang dapat merusak kesucian jiwa bisa ditekan dan dihilangkan dari jiwa manusia serta tergantikan oleh pancaran kasih sayang. “Inilah yang ingin dicapai,” katanya.
Makanya, selama melaksanakan prosesi keliling kampung, umat Budha selalu membaca Jaya Manggala Gata. Diharapkan, Jaya Manggala Gata meresap kedalam jiwa dan terus memancarkan kasih sayang baik kepada sesama manusia maupun ke sesama makhluk lainnya.
Selain menggelar prosesi keliling kampung, jelas Dhamata dalam memperingati Waisak juga digelar tarian puja yang dilakukan oleh ibu-ibu budhis. Tarian ini sebagai penghormatan kepada pangeran Sidharta Gautama, kebenaran dan kesucian lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi mandi bayi Sidharta, renungan dan pujabhakti.(MRC03)