Siti Rahmawati: Siswi SMANSABAYA Raih Juara Pertama Lomba Pidato se-Lotim 2021

MATARAMRADIO.COM, Selong – Lomba  pidato tentang Ketertiban Berlalulintas yang diadakan Satlantas Polres Lombok Timur 2021 telah berakhir dan pemenangnya diumumkan Panitia pada 9 April 2021 .  Juara Pertama untuk kategori Bahasa Indonesia diraih Siti  Rahmawati, siswi SMA Negeri 1 Pringgabaya (SMANSABAYA) Lombok Timur.

Keberhasilan Siti Rahmawati meraih juara pertama dalam ajang lomba pidato tersebut, menambah daftar siswa berprestasi dari SMA Negeri 1 Pringgabaya.”Lomba pidato ini diikuti sekitar 20 Sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Ini lomba perorangan dengan dua kategori, kategori Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab, Sayangnya, siswa kita hanya berhasil menjuarai kategori Bahasa Indonesia dan gagal dalam kategori Bahasa Arab,”jelas Hurman SH, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pringgabaya kepada MATARAMRADIO.COM.

Siti Rahmawati sendiri adalah siswi kelas XI Jurusan IPA sekolah terkait dan berasal dari Labuan Lombok.”Anak kita membawakan pidato dengan thema ketertiban berlalu lintas,”sebut Guru Hurman yang juga Pembina Kesiswaan.

Dalam tayangan Kanal Youtube Resmi Satlantas Lotim berdurasi 8,5 menit yang menampilkan aksi panggung Siti Rahmawati, terlihat bagaimana aksi dan orasi sang juara menyampaikan pidatonya yang khas layaknya seorang ustadzah dengan menyampaikan thema kekinian seputar Peranan Generasi Milenial Dalam Tertib Berlalu Lintas di Musim Pandemi Covid 19.

Siti secara gamblang memaparkan sejumlah fakta tentang kasus kecelakaan yang terjadi di Lombok Timur sepanjang tahun 2020. Misalnya kecelakaan sebanyak 27 kasus pada Juni 2020 yang menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan sisanya luka ringan. .”Kecelakaan tersebut disebabkan beberapa faktor. Diantaranya tidak menggunakan helm saat berkendara, menerobos rambu lalu lintas, ugal-ugalan di jalan, main HP saat berkendara dan tentu saja tidak mematuhi rambu lalu lintas,”ulas Siti dengan penuh semangat.Mengenakan baju muslimah warna biru, Siti seperti menikmati orasinya di depan dewan juri.

Menurut Siti, menegakan disiplin tertib berlalu lintas tidak saja menjadi tanggung jawah pihak kepolisians semata, tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak  terutama generasi milenial.”Kita juga patut memberi apresiasi kepada Satlantas Polres Lombok Timur yang berhasil mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Lombok Timur pada tahun 2020 antara 35 hingga 40%,”tegasnya.

Lebih lanjut siti mengkritisi terjadinya perubahan yang dilakukan generasi milenial untuk melakukan perbaikan baik di Lombok Timur maupun di Indonesia. Bahkan Siti mengutip salah satu hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan tidak suatu Negara  bergantung kepada pemuda dan pemudinya, sehingga apa yang dilakukan hari ini akan berdampak di masa depan.

Kaitannya dengan peranan generasi milenial dalam tertib berlalu lintas di musim Pandemi Covid 19, Siti menilai tidak ada pilihan lain bagi generasi milenial kecuali mematuhi apa yang sudah menjadi ketentuan dalam aturan tertib berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.”Allah SWT dan Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada ummatnya untuk mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah. Dengan demikian apa yang kita lakukan hari ini akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,”imbuhnya.

Siti Rahmawati, Siswa SMA Negeri 1 Pringgabaya terpilih sebagai Juara Pertama Lomba Pidato Tertib Berlalu Lintas 2021 untuk Kategori Bahasa Indonesia. Lomba ini digelar Satlantas Polres Lombok Timur.I foto: Istimewa

Siti mengajak generasi milenial untuk menjaga ketertiban berlalu lintas dengan melakukan 10 hal antara lain, memastikan kesiapan dan kelaikan kendaraan, setiap pengendara harus memiliki surat kendaraan bermotor seperti SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), menggunakan helm standar sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia), kurangi kecepatan saat berkendara, jangan melawan harus, jangan berkendara dalam keadaan mabuk-mabukan, jangan main HP saat berkendara, membatasi anak berusia di bawah umur untuk mengendarai kendaraan, menggunakan sabuk keselamatan dan tidak boleh melebihi muatan.”Dengan demikian, Insyaallah akan mampu mengurangi kecelakaan lalu lintas di Lombok Timur maupun  di seluruh wilayah Indonesia ini,”ulasnya seraya menegaskan tetap mengikuti standar protokol kesehatan seperti memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan sering cuci tangan memakai sabun dan handysanitizer.”Serta jangan keluar rumah bila tidak ada urusan penting,”pungkasnya dan menutup pidatonya dengan sebuah pantun.”Makan sayur, juga makan buah. Keduanya harus dioksidan. Maafkan bila kami ada salah, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan,”imbuhnya. Duh Siti, isi pidatonya mantap. Pantesan Juara, Selamat ya!  (EditorMRC)