Yusron Saudi, ST., MPd: RRI Agar Tetap Berinovasi Pertahankan Tradisi

MATARAMRADIO.COM – Hari ini, Minggu 11 September 2022 merupakan hari bersejarah lahirnya Radio Republik Indonesia 77 tahun lalu, tepatnya 11 September 1945. Menjadi keniscayaan bagi RRI untuk terus melakukan inovasi menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi untuk mempertahankan tradisi.

Demikian diungkapkan Yusron Saudi, ST MPd, akademisi penyiaran dan konten kreator di Mataram ketika dimintai pendapatnya seputar dinamika dan kiprah RRI dari masa ke masa.

Ketika didapuk sebagai narasumber pada acara Dialog Udara RRI Mataram, Sabtu (10/9), Yusron menjabarkan panjang lebar pandangan dan perspektifnya mencermati siaran RRI beberapa waktu terakhir khususnya RRI Mataram.

BACA JUGA:  Pemerintah Masih Fokus Tangani Covid19 dan Dampaknya

Menurut Yusron, RRI menjadi bagian tidak terpisah dengan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Sehingga usia RRI hanya terpaut satu bulan dengan usia Republik ini.

Pergeseran cara mendapatkan, menikmati informasi  dan hiburan, katanya, ikut menuntut lembaga penyiaran untuk berubah.”Sebuah keniscayaan perkembangan teknologi yang begitu cepat, membuat radio kadang tidak mampu menyesuaikan kebutuhan teknisnya. Maklum investasi peralatan teknis yang cukup mahal harus disiapkan saat mulai beroperasi,”ulas mantan Ketua KPID NTB periode 2018-2021 ini.

Disebutkan, selain peralatan teknis yang mahal, ketatnya regulasi digital seperti pemutaran lagu yang memiliki hak cipta. Tidak bisa sembarangan diputar jika terhubung dengan media sosial. Sementara hubungan antara label musik dan radio saling membutuhkan.”Hal ini turut menjadi penyebab kurang cepatnya radio berevolusi mengikuti pola siaran multiplatform. Ditambah semakin tergerusnya pendengar oleh media sosial saat ini. Media mainstream TV dan Radio harus tetap ada dan eksis sebagai tempat terakhir penyedia informasi yang valid sesuai kaidah jurnalistik maupun P3SPS,”jelas  pemilik Channel Youtube YS Podcast ini.

BACA JUGA:  BKSAP DPR RI Siap Jembatani Diplomasi Pendidikan dan Budaya di NTB

Mengamati perkembangan RRI saat ini, sebutnya, sudah banyak merubah pola siaran dan ragam platform media siarannya. Dengan  empat kanal siaran teresterialnya, mulai Pro 1 sampai Pro 4. Pendengar semakin  terpilah, tersegmentasi sesuai kebutuhan selera khalayak. “Ditambah dengan RRI Play untuk menyasar pendengar bahkan penonton digitalnya,”tuturnya.

BACA JUGA:  Yusron Saudi ST MPd: Dari Praktisi Siaran Hingga Akademisi

Yusron menambahkan, RRI  juga memanfaatkan media sosial yang semakin ngehits saat ini untuk mempromosikan siarannya agar para generasi milenial  generasi X  mau berkunjung ke kanal siaran RRI. “Terus berinovasi sambil mempertahankan tradisi,”pungkasnya . (EditorMRC)