MATARAMRADIO.COM – Upaya mendorong pelaku usaha lokal agar semakin terlibat dalam pertumbuhan ekonomi kawasan pariwisata terus dilakukan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Melalui program pemberdayaan masyarakat, ITDC menggelar pelatihan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah penyangga kawasan pariwisata The Mandalika.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut berlangsung di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dan melibatkan 28 pelaku UMKM dari Desa Prabu dan Desa Kuta.


Program ini diselenggarakan bersama Pullman Lombok Mandalika Beach Resort sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan usaha masyarakat agar mampu menangkap peluang ekonomi yang terus berkembang seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan The Mandalika.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu kunci agar masyarakat lokal dapat ikut menikmati dampak positif perkembangan kawasan.
“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi kawasan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Pari Wijaya.
Perkembangan kawasan The Mandalika dalam beberapa tahun terakhir memang membuka ruang usaha baru bagi masyarakat di sekitarnya. Sejumlah UMKM binaan bahkan mulai masuk ke dalam ekosistem bisnis pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut.
Salah satu contoh nyata adalah Kelompok Tani Hydroku yang berhasil memasok produk pertanian hidroponik ke sejumlah tenant dan pelaku usaha kuliner di The Mandalika. Kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara inklusif dan berkelanjutan.
Para peserta workshop berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari industri pangan olahan, produk berbahan dasar kelapa, hingga pertanian hidroponik. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran modern yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai branding produk, komunikasi pemasaran, pemanfaatan media digital, pengembangan kemasan, hingga teknik membuat konten promosi yang menarik dan efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Hadir sebagai narasumber antara lain Marketing Communication Pullman Lombok Mandalika Merujani Beach Resort Ryan Rinaldy, Corporate Digital ITDC Imam Khoirul, serta Public Community and Relation (PCR) The Mandalika Adjat Sudrajat.
Melalui pelatihan ini, ITDC berharap para pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing produk mereka di pasar digital sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku industri pariwisata yang beroperasi di kawasan The Mandalika.
Selain meningkatkan kapasitas usaha, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun jejaring bisnis yang dapat memperkuat posisi UMKM lokal dalam rantai pasok industri pariwisata.
Salah satu peserta pelatihan, Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu, Zaki Yurahman, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang selama ini belum banyak diterapkan dalam pengembangan usahanya.
“Selama ini kami lebih fokus pada produksi dan penjualan secara langsung. Melalui workshop ini kami mendapatkan banyak pengetahuan mengenai cara membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, hingga memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa membantu produk kami menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ITDC juga menyerahkan bantuan berupa 10 unit tempat sampah kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Monkey Cave Desa Prabu.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengelolaan kebersihan dan peningkatan kualitas destinasi wisata Monkey Cave yang saat ini berkembang sebagai salah satu objek wisata berbasis alam dan budaya di wilayah tersebut.
Menurut ITDC, dukungan sarana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan wisata yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Ke depan, ITDC menegaskan akan terus memperluas program pendampingan bagi masyarakat dan UMKM di desa-desa penyangga kawasan The Mandalika. Berbagai program pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga pembukaan akses pasar akan terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat lokal yang dapat terlibat dalam ekosistem pariwisata.
Melalui pendekatan tersebut, ITDC berharap pertumbuhan kawasan The Mandalika tidak hanya menjadi motor penggerak industri pariwisata nasional, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan yang inklusif bagi masyarakat sekitar melalui penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM.***




















































































































































