Pantai Endok Lombok Barat Tergerus Abrasi, PLN EPI Lakukan Aksi Hijau “Menepi untuk Bumi 2026”

PLN EPI menanam 2.500 pohon di Pantai Endok Lombok Barat untuk menekan abrasi dan memulihkan ekosistem pesisir.

MATARAMRADIO.COM – Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pantai Endok di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mendapat perhatian serius dari PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Melalui program bertajuk “Menepi untuk Bumi 2026”, perusahaan tersebut menanam sebanyak 2.500 bibit pohon di kawasan pantai, Senin (11/5).

Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2026 sekaligus upaya pemulihan lingkungan pesisir yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan akibat abrasi.

Pantai Endok sendiri pernah menjadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat Lombok Barat. Kawasan ini dikenal memiliki panorama pesisir dengan deretan pohon kelapa dan ombak yang relatif tenang. Namun, kondisi pantai kini berubah drastis akibat abrasi yang terus terjadi.

Kepala Desa Taman Ayu, M Tajudin SSosI, mengungkapkan abrasi telah menyebabkan hilangnya puluhan hektar wilayah pesisir.

“Luas wilayah pesisir di Kawasan Pantai Enduk yang hilang oleh abrasi lebih dari 60 hektar,” kata Tajudin.
Menurutnya, abrasi dipicu berbagai faktor, mulai dari gelombang pasang saat musim angin barat hingga aktivitas pengerukan pasir besi di sekitar kawasan pantai. Ia juga mengakui keberadaan PLTU Jeranjang turut membawa perubahan terhadap kondisi lingkungan di sekitar Pantai Endok.

BACA JUGA:  Waspada: Februari 2024 Tercatat Sebagai Bulan Terpanas Bumi

“Ya kita akui dampak industri seperti PLTU Jeranjang sedikit tidak berpengaruh terhadap berbagai sisi kehidupan warga dan lingkungan sekitar,” jelas Tajudin.

Karena itu, pihak desa berharap program tanggung jawab sosial perusahaan semakin diperkuat, khususnya dalam penyelamatan lingkungan dan pemulihan kawasan pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI menanam berbagai jenis pohon seperti cemara laut, jambu batu, kelengkeng hingga flamboyan. Penanaman dilakukan bersama unsur pemerintah daerah, masyarakat dan kelompok sadar wisata setempat.

VP Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan Hidup (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis.

“Tujuan kami adalah mendukung ekosistem pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Kami berharap ini dapat memberikan manfaat nyata secara ekologi, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar pesisir,” ujar Amin.
Ia memastikan PLN EPI akan melakukan pemantauan berkala terhadap pohon yang telah ditanam agar mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap garis pantai.

Selain program lingkungan, PLN EPI juga tengah memperkuat pembangunan infrastruktur energi di Nusa Tenggara Barat melalui proyek regasifikasi untuk mendukung pasokan energi pembangkit listrik di Lombok.

BACA JUGA:  Makkah Kian Menghijau, Peningkatan Hingga 600 Persen

“Saat ini, PLN EPI tengah mengembangkan proyek regasifikasi unit untuk memastikan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di wilayah Lombok tetap stabil dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Amin menambahkan PLN EPI saat ini sedang membangun infrastruktur penyaluran gas untuk sejumlah pembangkit di NTB.

“Dengan langkah integratif antara pelestarian alam dan pembangunan infrastruktur energi, PLN EPI berharap kehadirannya dapat terus membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian bumi nusantara,” tambah Amin.

Program “Menepi untuk Bumi 2026” sendiri dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Indonesia mulai dari Sulawesi, Maluku, Papua hingga NTB sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan perusahaan.

Kegiatan itu mendapat dukungan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat, Pemerintah Kecamatan Gerung serta pemerintah desa setempat.

Kepala BLUD 1 Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Abdul Wahab, menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan tersebut.

“Aksi penanaman bibit pohon ini selaras dengan program pemerintah dalam mencegah abrasi pantai di wilayah Lombok,” paparnya.

BACA JUGA:  Tailing dan Penyakit Minamata  

Ia juga meminta kelompok sadar wisata dan masyarakat ikut memastikan pohon yang ditanam tetap tumbuh dan terawat.

Sementara itu, Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, menyebut kegiatan penghijauan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi Pantai Endok yang dulu menjadi salah satu tujuan wisata utama masyarakat Lombok.

“Jujur saja, kegiatan seperti ini sangat dinantikan, untuk memulihkan ekosistem di pesisir Pantai Induk, yang sebelumnya menjadi destinasi utama warga Lombok Barat, bahkan Lombok pada umumnya,” ucap Wahyuni.

Ia berharap program serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Harapan serupa juga disampaikan Ketua Pokdarwis Pusaka Desa Taman Ayu Gerung, Sahlan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga perawatan jangka panjang terhadap pohon-pohon tersebut.

“Kami sangat siap berkolaborasi dengan PLN EPI karena program penanaman ribuan pohon pelindung dan pohon bernilai ekonomi ini kami harapkan bisa tumbuh subur dan membuat Pantai Enduk bisa seperti dulu lagi, menjadi pantai legenda favorit masyarakat Lombok Barat,” pungkasnya. ***