Disnakertrans NTB Ajak Warga “Sikat Sindikat” Pekerja Migran Gelap

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Maraknya pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal NTB menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah.
Bahkan isu ini menjadi salah satu thema utama Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi SSos MH, dalam memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang
diperingati setiap tanggal 12 Januari s.d 12 Februari, Tema Nasional Bulan K3 Tahun 2022 telah diatur secara resmi dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No 202 tahun 2021 adalah “Penerapan Budaya K3 Pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi”.

Sementara di Tingkat Provinsi NTB, jelas Gede, sesuai dengan Program Pemerintah Daerah, mengangkat dua isu utama. Yakni isu pertama terkait industrialisasi dengan tema “ Penerapan Budaya K3 Guna Mendukung Industrialisasi untuk NTB Gemilang”. Dan isu kedua tentang pekerja Migran, mengangkat tema : “Stop..!! Pemberangkatan Illegal, Mari Wujudkan Zero Unprosedural Pekerja Migran Indonesia melalui gerakan Sikat Sindikat.

“Kami berkomitmen mendukung sepenuhnya gerakan sikat sindikat yang dicanangkan oleh BP2MI, karena program tersebut mendukung program Zero Unprosedural Pemberangkatan PMI yang telah menjadi tekad Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB guna memberikan perlindungan bagi warga kita yang ingin bekerja diluar negeri,”jelasnya dalam keterangan pers yang diterima MATARAMRADIO.COM, Kamis (13/1).

Ia mengungkapkan kegiatan memperingati bulan K3 tahun ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yang bersifat strategis, promotif, dan implementatif. Termasuk salah satunya adalah kegiatan terpadu untuk memberikan perlindungan kepada CPMI kita, melalui Gerakan sosialisasi dan edukasi secara masif untuk pencegahan PMI secara Non Prosedural.

BACA JUGA:  NTB Miliki Pabrik Pengolah Limbah Medis

Dihadapan Pimpinan Serikat Pekerja, Asosiasi Perusahaan dan para pimpinan Badan Usaha, Aryadi mengungkapkan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian material, moril dan kesehatan lingkungan kerja semata, tetapi lebih dari itu dapat menghambat proses produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itulah diperlukan penerapan konsep keselamatan dan kesehatan kerja, katanya. Hal itu ditujukan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja, sekaligus untuk memberikan jaminan perlindungan keselamatan kepada para pekerja dan setiap orang yang ada ditempat kerja.

Karenanya, K3 harus dijadikan kebutuhan paling mendasar bagi setiap pekerja maupun serikat pekerja, terang mantan Kadis Kominfotik NTB itu.

Ia menilai bahwa selama ini perhatian serikat pekerja terhadap K3 masih belum maksimal. Sehingga angka kecelakaan kerja dinilainya relatif masih tinggi. Terlebih kesadaran dan pemahaman para pekerja terhadap penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja masih minim, dan hal itu seringkali menimbulkan human error. Padahal menurutnya aspek Keselamatan kerja merupakan hal paling prioritas dari keseluruhan aktivitas usaha maupun proses produksi.

“Membangun budaya K3 sejatinya merupakan sebuah langkah untuk mencapai garis akhir, yakni terwujudnya zero accident.” ujar Gde.

Aryadi juga menekankan penting untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia berharap, pemerintah, perusahaan dan serikat pekerja harus duduk bersama dan bersinergi.

BACA JUGA:  Cegah Banjir dan Hutan Gundul, Gubernur Ajak Warga Dompu Tanam Kelor

“Tidak boleh ada sekat diantara kita. Jika ada masalah mari kita duduk bersama dan diskusi. Karena tanpa pekerja, perusahaan tidak akan berjalan dengan semestinya. Tanpa ada perusahaan atau dunia industri, pengangguran akan sangat tinggi. Tanpa ada pekerja dan perusahaan, pemerintah bisa collapse,” tandas Aryadi

Menurut Gede, perusahaan dan pemerintah harus duduk bersama dalam mencari solusi terbaik dalam membangun daerah dan bangsa menjadi bangsa yang Unggul, NTB Gemilang, Indonesia Maju.

Ia memaparkan menginformasikan sejumlah kegiatan bersifat strategis akan digelarnya untuk mengisi bulan K3 tahun ini. Diantaranya pembentukan komite investigasi kecelakaan kerja yg melibatkan pengawas ketenagakerjaan, kepolisian dan BPJamsostek.
Juga Gerakan terpadu sosialisasi dan edukasi masif tentang program zero unprosedural Pemberangkatan PMI yg akan menyasar desa dan dusun. Gerakan ini dimaksudkan untuk melindungi para CPMI kita agar kedepan tidak ada lagi yang menjadi korban pemberangkatan secara illegal.

Kemudian pihaknya juga menggelar kegiatan yang bersifat promotif, berupa seminar tentang pentingnya K3 dan berbagai kegiatan lomba untuk membangun kesadaran, pemahaman dan keperdulian bersama menerapkan K3 sebagai prioritas utama dalam seluruh aktivitas usaha dan proses produksi.

“Mari kita membumikan budaya K3 menjadi kebutuhan bagi semua orang dan semua sektor, sehingga NTB Gemilang yang merupakan visi misi Pemerintah Provinsi NTB benar-benar dapat diwujudkan,” tegas Mantan Irbansus pada Inspektorat Prov. NTB

BACA JUGA:  Gubernur : Jangan Sampai Roda Ekonomi Mati

Untuk mempromosikan budaya K3 di lingkungan kerja, Disnakertrans Prov. NTB menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik yang tidak hanya dapat diikuti oleh para pekerja, tetapi juga dapat diikuti oleh masyarakat umum. Ada pun kegiatannya antara lain; aksi sosial K3 (Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja gratis), gerak jalan sehat, donor darah, senam massal, sepeda santai, pameran K3, lomba K3, lomba tenis meja, dan banyak lagi.

Sementara itu, puncak kegiatan bulan K3 tahun 2022 ditetapkan pada tanggal 25 Januari 2022 dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah yang akan langsung dicanangkan oleh Gubernur di kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah Prov. NTB.

Momentum Pencanangan dimulainya kegiatan Bulan K3 ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada 11 orang karyawan/karyawati Disnakertrans Provinsi NTB.

Atas nama pemerintah daerah, Aryadi mengucapkan selamat kepada penerima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun, 20 Tahun, dan 30 Tahun.

Penghargaan Satya Lencana Karya Satya adalah penghargaan dari Presiden RI atas pengabdian, loyalitas dan dedikasi yang sudah ditunjukkan selama ini.

“Kepada yang lain saya berharap akan semakin terpacu kedepan agar bisa memberikan karya terbaik demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Semoga ini bisa menjadi motivasi kita dalam memberikan pengabdian terbaik,” imbuhnya.(EditorMRC)