MATARAMRADIO COM – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyatakan untuk menangani persoalan sampah tidak bisa semuanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat dan instansi swasta termasuk hotel turut bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di sekitar.
Misal, kata Gubernur Hotel Aruna tidak hanya bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan hotel tapi juga bertanggung jawab terhadap sampah yang ada sejauh 100 meter dari hotel.
“Hotel turut bertanggung jawab mengelola sampah disekitarnya sejauh 100 meter,” katanya saat silaturahmi dengan insan media, Sabtu 7 Maret 2026.


Selama ini, kata Gubernur dalam pengelolaan sampah belum ada manajemen yang sistematis. Yang ada baru pengangkutan sampah dari masyarakat ke tempat pembuangan sampah.
Seharusnya, ada manajemen pengelolaan sampah mulai dari pengangkutan, pemilahan hingga pengolahan sampah sehingga sampah bisa dimanfaatkan untuk hak yang lebih baik.
Saat ini, kata Gubernur pihaknya lagi mendesain sampah menjadi energi terbarukan atau waste energy.
Dengan perhitungan waktu 2,5 tahun dalam membuat sistem pengelolaan sampah mulai dari perizinan hingga pembangunan infrastrukturnya maka di tahun ketiga, persoalan sampah sudah bisa diatasi.
“Bahan baku sampah yang dibutuhkan untuk diubah menjadi energi dalam sehari sebanyak 800 ton, sementara untuk saat ini sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok hanya sekitar 400 ton per hari. jadi persoalan sampah akan bisa diatasi,” katanya.***














































































































































