
MATARAMRADIO COM – Program bedah rumah yang dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalami kenaikan signifikan.
Jika pada tahun 2025, program bedah rumah tidak layak huni sebanyak 45 ribu maka pada tahun 2026 bertambah menjadi 450 ribu.
“Program Bedah Rumah mengalami kenaikan yang sangat banyak,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait di sea acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Senggigi Lombok Barat, Selasa 19 Mei 2026.
.
Menurut Maruarar Sirait, program Bedah Rumah juga mebyasar daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Papua Nugini.
“Disini negara hadir, merehab rumah warga menjadi layak huni,” katanya.


Penambahan jumlah rumah yang masuk dalam program bedah rumah termasuk di NTB, menua qjelas Gubernur NTB ,lalu Muhamad Iqbal sangat membantu pemerintah provinsi NTB dalam mengatasi jumlah penduduk miskin ekstrim.
Pasalnya, kata Gubernur sebagain besar penduduk yang masuk kategori miskin ekstrim di NTB sebagian besar dipengaruhi oleh rumah tidak layak huni.
“Sebagian besar warga yang masuk kategori miskin ekstrim karena rumahnya tidak layak huni,” katanya.
Selain itu, Gubernur Muhamad Iqbal juga menyatakan terima kasih atas dukungan Kementrian Dalam Negeri yang telah membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam pembiayaan pembangunan di NTB.
“Banyak solusi yang diberikan Kemendagri terkait pembiayaan pembangunan di NTB,” katanya.***



















































































































































