Ini Pandangan Mahasiswa UIN Mataram Soal Media Sosial


Menurut Ahza Inayatul Laily, mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, media sosial sangat mendukung mahasiswa jika digunakan dengan tepat seperti bergabung dalam grup diskusi untuk mendapat materi pembelajaran.

BACA JUGA:  Brian Abby: Dari Penerima Beasiswa NTB Hingga Ahli Teknologi yang Mengubah Sumbawa Barat


“Namun, media sosial juga bisa membuat kegiatan keagamaan berkurang bila digunakan secara berlebihan apalagi jika digunakan untuk hal-hal tidak terkait,” jelasnya, Sabtu 7 September 2024.


Sedang Baiq Laeli Rahmawati, mahasiswi program studi Pendidikan IPS UIN Mataram mengakui dengan bergabung dalam grup WA yang membahas soal keagamaan memberi manfaat bagi dirinya dalam meningkatkan kualitas ibadah.

BACA JUGA:  Program Beasiswa NTB di Mata Bang Zul, Lalu Iqbal, dan Umi Rohmi: Siapa Lebih Realistis?


“Pastinya memberikan efek pada diri saya terutama untuk meningkatkan kualitas ibadah,” katanya.


Dosen program studi pendidikan IPS, Muh.Zainurrahman, M.Pd menilai media sosial sangat membantu, mahasiswa dan dosen untuk berkomunikasi dan bertukar informasi.


“WA grup memudahkan dalam pembelajaran dan berkomunikasi,” jelasnya


Dalam konteks keagamaan, Dosen UIN Mataram, Emilia Fatriani, M.Pd melihat media sosial banyak digunakan untuk mendengarkan tausiah selain berbagi informasi.

BACA JUGA:  Ingin Mudah Naik Pangkat, Dosen Bisa Gunakan Aplikasi SAK Kemdikbud


Mimpaokina, S.sos, dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi menjelaskan edia sosial UIN Mataram berperan penting dalam menyebarkan informasi keagamaan.“Hal ini sangat membantu memperkuat religiusitas para mahasiswa”, jelasnya.


Pastinya, media sosial menawarkan peluang dan tantangan bagi mahasiswa. Tinggal bagaimana mahasiswa bijak dalam penggunaannya agar dapat meningkatkan kualitas akademik dan memperkaya pengalaman spiritual. (Nadia)***