Inilah Kiprah Dokter Tantowi Jauhari Majukan RSUD Selong

--- Advertisement ---coinpayu

MATARAMRADIO.COM, Selong – Berbagai kemajuan dan prestasi yang dicapai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soejono Selong telah mendapat apresiasi berbagai pihak. Apalagi setelah rumah sakit pemerintah itu dipimpin dr Muhammad Tantowi Jauhari.

Sejumlah gebrakan direktur baru ini diakui banyak membuat perubahan yang signifikan. Sebagaimana diakui Lalu Ali Yudia SIP, salah seorang mantan Anggota Badan Pengawas RSUD dr.R.Soedjono Selong.


Menurut Ali, sosok dr. Muhammad Tantowi Jauhari, Direktur  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong adalah seorang direktur yang berprestasi.


Disebutkan, dibawah kepemimpinan dr Muhammad Tantowi Jauhari, RSUD dr.Soedjono Selong berhasil naik status dari Tipe C menjadi Tipe B. Lebih jauh Ali Yudia menyatakan bahwa  persyaratan rumah sakit untuk menjadi tipe B dengan mengacu pada Perautan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 3 Tahun 2020 pasal 17 ayat (2) yakni Rumah Sakit harus memiliki minimal 200 tempat tidur termasuk ketersedian tenaga SDM, fasilitas dan sebagainya. 

BACA JUGA:  Meneropong Tiga Tahun Sukma Membangun Lombok Timur (Bagian Kedua)


 Ali Yudia menyatakan bahwa RSUD dr. R. Soedjono telah melebihi standar rumah sakit Tipe B, karena jumlah tempat tidur yang tersedia mencapai 300 unit, kapasitas intensif care unit 8 persen dari jumlah tempat tidur yakni 24 unit. Dari ketenagaan, spesialis dan sub-spesialis telah memenuhi syarat. “Naiknya status RSUD dr. R. Soedjono Selong menjadi Tipe B juga didukung tersedianya berbagai layanan unggulan phetomathernal dan hematologi, yang merupakan layanan dari spesialis yang tersedia seperti spesialis bedah mulut, ortodontis, paru, jantung, kemudian ada juga spesialis konsultan”, ungkap Ali Yudia kepada MATARAMRADIO.COM, Sabtu (9/10).

BACA JUGA:  Meneropong Tiga Tahun Sukma Membangun Lombok Timur (Bagian Ketiga)


Selain itu menurut Ali, layanan phetomathernal yang ada di RSUD dr. R. Soedjono adalah semacam deteksi atau diagnosa kondisi janin yang ada di rahim ibu, merupakan satu-satunya di NTB. Disisi lain, RSUD Dr. R. Soedjono Selong juga membuka Pojok Baca Digital (Pocadi) dengan ratusan buku referensi yang bisa dibaca oleh para pasien yang sedang menunggu antrian di rumah sakit. Di Pocadi itu tersedia sekitar 300 judul buku. Pocadi hadir atas kerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Lotim. 
     

BACA JUGA:  Kilas Balik Tiga Tahun Pemerintahan Sukma Membangun Lombok Timur (Bagian Pertama)

Empat fasilitas dan layanan baru di RSUD dr. R. Soedjono Selong menurut Ali Yudia meliputi Pelayanan untuk Hemodialisa (HD), Laboratorium Patologi Anatomi, CT Scan, dan Klinik Bedah Mulut. RSUD dr Soedjono Selong juga dilengkapi Bank Darah yang mengakomodir kebutuhan darah pasien, termasuk di rumah sakit swasta. “Dukungan dari semua pihak diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Timur akan layanan kesehatan yang paripurna”, pungkasnya.( MRC-08)