Diapresiasi, Inovasi Camat Sakra Barat Tangani Covid 19

MATARAMRADIO.COM, Selong – Pandemi Covid 19 benar-benar membebani Pemerintah Indonesia dari Pusat hingga Kabupaten Kota termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang tercatat sebagai kabupaten terpadat di Nusa Tenggara Barat.

Menyadari beratnya beban Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menangani Covid 19, Camat Sakra Barat Lombok Timur Mahrup S. Sos — ternyata punya terobosan yang patut dicontoh kecamatan lain. Terobosan tersebut yakni melibatkan peran aktif semua desa di wilayahnya. “Ada 18 desa kita libatkan dalam program penanganan Covid 19 dengan menggunakan dana desa,”katanya.
Menurut Mahrup, isolasi mandiri bagi warga Sakra Barat yang terpapar Covid-19 dipusatkan secara terpadu di Klinik Nugraha Pematung.
Dikatakannya, penanganan dipusatkan secara terpadu dengan pertimbangan agar memudahkan dari segi pengawasan dan perawatan secara medis. “Biaya sewa Klinik Nugraha merupakan iuran dari semua desa yang dialokasikan dari dana desa”, ungkapnya. Mahrup menambahkan bahwa tidak hanya sewa klinik yang dibiayai dari dana desa, tetapi juga biaya perawatan).

BACA JUGA:  Upacara Peringatan HUT RI ke-75 Tingkat Kabupaten Lombok Timur
Camat Sakra Barat (Mahrup,S.Sos) bersama Kapolsek,Danposramil, ibu Kepala Puskesmas Rensing meninjau rencana tempat isolasi Covid-19 wilayah Sakra Barat di Klinik Nugraha Pematung.l foto: istimewa

Terobosan Camat Sakura Barat tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk dari Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Lombok Timur.”Terobosan yang layak diapresiasi,”kata Ir Lalu Kabul MAP, Ketua KKI Lombok Timur kepada MATARAMRADIO.COM.
Menurut Lalu Kabul, biaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur telah membebani APBD Kabupaten Lombok Timur tahun anggaran 2020. Persoalannya tidak hanya APBD Kabupaten Lombok Timur 2020 yang terbebani oleh penanganan Covid-19 tersebut, tetapi juga APBD Kabupaten Lombok Timur tahun anggaran 2021. “Pasalnya pada awal tahun 2021 ini banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur yang kembali dari luar negeri, terutama Malaysia,”ungkapnya.
Disebutkan, untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, maka kepada para TKI tersebut perlu dilakukan isolasi mandiri dan PCR (Polymerase Chain Reaction) test untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus Corona.
Biaya isolasi mandiri dan PCR test sepenuhnya dibebankan pada APBD Kabupaten Lombok Timur tahun anggaran 2021. “Makanya, layak diapresiasi terobosan Camat Sakra Barat uUlntuk mengurangi beban APBD Lombok Timur dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19 di tingkat kecamatan,”pungkasnya. (MRC-01)

BACA JUGA:  Tahun ini, Lebaran Topat Ditiadakan