Transformasi Digital Sektor Kesehatan Suatu Kebutuhan

MATARAMRADIO.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen membangun layanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) 2026 di Hotel Merumatta Senggigi, Sabtu,13 Juni 2026.

Wakil Gubernur menegaskan transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

“Kesehatan digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Tantangan global, potensi daerah, dan kekayaan budaya lokal harus kita jadikan kekuatan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Suksesnya Rakornas FIDSI I 2021 dan Geliat Ekonomi di Kawasan Wisata

Menurutnya, NTB memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pelopor transformasi kesehatan di kawasan timur Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Transformasi tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan. Melalui inovasi dan sinergi lintas sektor, Pemprov NTB berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin inklusif, adaptif, dan merata sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia.

BACA JUGA:  Dukung Porwada PWI 2026, Kapolda NTB Ajak Masyarakat Gaungkan Semangat Olahraga

Wakil Gubernur menekankan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata.

“Kesehatan bukan kompetisi antarfasilitas kesehatan. Ini adalah kerja kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi kunci menghadirkan pelayanan yang bermutu,” tegasnya.

Wagub berharap penyelenggaraan PIFKI 2026 memberikan dampak ganda, yakni mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional sekaligus menggerakkan sektor ekonomi daerah melalui aktivitas pertemuan, pariwisata, dan pelaku UMKM di NTB.

BACA JUGA:  Lombok Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia

Ketua Umum LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka menegaskan transformasi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi, tetapi harus dibangun di atas budaya mutu, keselamatan pasien, dan integritas profesi.

Menurutnya, selama enam tahun terakhir LAFKI konsisten mendampingi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia melalui akreditasi, pembinaan, dan penguatan budaya mutu agar mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat (San/Kominfotik/MRC)