MATARAMRADIO.COM – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah melempar wacana dan usulan kepada Pemerintah Pusat terkait pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri agar ke depan harus bersama keluarganya, anak dan isteri mereka.
Usulan tersebut bahkan disampaikan langsung gubernur di hadapan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat peresmian BLK Komunitas dan Festival Kemandirian di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Nahdlatul Ulama Darek di Desa Darek, Loteng, Jumat (10/2).
Menurut Gubernur, Interaksi dengan beberapa pengusaha besar khususnya di Malaysia mengakui bahwa tenaga kerja di sana didominasi oleh pekerja dari NTB. Dan berkat hal ini Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, akan membuat aturan baru sekaligus memohon ijin agar usulan ini dapat diterima.”Pemerintah Provinsi NTB akan menerapkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Ia berkeinginan agar pemberangkatan harus bersama keluarga.”Saya tidak akan mengirimkan tenaga kerja dari NTB tanpa didampingi keluarga anak-istri. Kami akan melarangnya,” tegasnya.




Disebutkan gubernur, biaya hidup keluarga PMI yang tidak bersama keluarga relatif mahal. Karena harus mengeluarkan biaya ekstra semisal biaya komunikasi. Belum lagi biaya hidup masing-masing di dua tempat berbeda. ”Tapi kalau kirim anak NTB ikut bapaknya, ibunya juga mendampingi, saya tidak terkejut 30 atau 40 tahun yang akan datang Wali Kota, Gubernur, Menteri hingga Perdana Menteri Malaysia atau negara manapun bisa jadi karena anak PMI,” jelasnya seraya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Wapres dan Menteri Ketenagakerjaan karena telah memberikan perhatian yang besar kepada NTB. (EditorMRC)











