
MATARAMRADIO.COM. – Kepala Dinas Petenakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi menjelaskan secara struktural sudah ada tim yang dibentuk dan siap untuk turun ke lapangan melakukan pemantauan terhadap hewan-hewan qurban
“Kita akan lakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pelaksanaan qurban,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.
Biasanya, kata Muhamad Riadi penyakit yang sering ditemukan saat pemantauan berupa penyakit mulut dan kuku (PMK), kurap atau cacing hati. “Cacing hati biasa ditemukan ketika sudah dilakukan penyembelihan,” katanya.


Provinsi NTB, jelas Muhamad Riadi belum terbebas dari penyakit-penyakit tersebut karena masih ditemukan satu atau dua binatang yang terserang penyakit.
Syarat suatu daerah dinyatakan bebas penyakit, kata Muhamad Riadi jika vaksinasi sudah dilakukan 99 persen dan tidak ada laporan hewan terkena penyakit secara terus menerus selama tiga tahun berturut-turut.**













































































































































