Media Bisa Minimalisir Hoaks

MATARAMRADIO.COM, Mataram – informasi hoaks menjadi tantangan tersendiri di era media sosial. Media massa memiliki peran meminimalisir informasi hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.

“Ada beberapa cara yang biasa dilakukan seseorang untuk menyampaikan informadi hoaks,” jelas Dedy Helsyanto dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) saat diskusi peran media di tengah informasi hoaks di masyarakat di Mataram, Selasa (28/12/21).
Menurut Dedy, informasi hoaks biasa dilakukan dengan mengubah naskah, mengedit foto, mengunggah foto lama dengan narasi baru atau informasi gambar yang berupa tangkapan layar (screenshoot).
Karenanya, Dedy meminta bila masyarakat mendapatkan informasi baru hendaknya tidak langsung mempercayainya tapi lakukanlah crosscek dengan informasi serupa dari media-media yang sudah terpercaya.
Diakui, ada beberapa metode yang biasa dilakukan untuk mengetahui apakah informasi itu hoaks atau tidak. Diantaranya, dengan memeriksa kesesuaian antara judul berita dengan isi. Bila tidak ada kesesuaian, bisa dipastikan informasi itu hoaks.
Bila informasi itu berbentuk video, harus diteliti juga apakah video itu utuh atau potongan dan bagaimama konteksnya. “Untuk informasi dari video ini, masyarakat harus lebih hati-hati sehingga tidak terjebak pada informasi yang keliru,” katanya.
Berdasarkan data Mafindo, jelas Dedy sekitar 60 persen masyarakat indonesia terpapar informasi hoaks. Hal itu terjadi akibat rendahnya literasi dan informasi yang diterima masyarakat. (MRC03)

BACA JUGA:  Facebook Makin Ketat: Langsung Hapus Konten Seksual, Intimidasi dan Pelecehan