Gubernur : Oksigen di NTB Aman

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengunjungi 2 lokasi produsen oksigen guna memastikan ketersediaan oksigen di NTB tercukupi selama masa pandemi Covid-19.

“Insya Allah, di NTB tidak ada kelangkaan oksigen,” kata Gubernur saat mengunjungi CV. Bayu Bangun Sakti (BBS Oxygen), di Jalan Lingkar Selatan Mataram.
Gubernur meminta masyarakat tidak cemas dan panik, karena pemerintah menjamin ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk pasien Covid-19.
Demi menjaga stok oksigen di NTB, gubernur meminta agar produksi oksigen yang dihasilkan sepenuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri.
“Ketersediaan oksigen di NTB sangat cukup. Untuk sementara permintaan dari provinsi lain tidak dilayani, demi menjaga stok yang aman bagi NTB,” jelas Gubernur.
Sementara owner CV. Bayu Bangun Sakti, Max Suparta, mengaku stok oksigen untuk provinsi NTB aman dan terkendali.
Menurutnya, kapasitas produksi bulanan saat ini sebanyak 220 ton oksigen. Sedangkan kebutuhan sebelum pandemi hanya 80 ton oksigen. Artinya ada peningkatan hingga 50 persen.
Mengenai isu kelangkaan oksigen di Pulau Sumbawa, Max Suparta menjelaskan hal itu terjadi karena proses pendistribusian dan waktu pengiriman. Disamping jarak ke Bima, Dompu dan Sumbawa membutuhkan waktu tempuh agak lama. Sedangkan harga oksigen tidak ada kenaikan, masih dilevel Rp. 16.500,- / kg.
Sedangkan untuk Rumah Sakit (RS) yang menggunakan liquid tidak terjadi kelangkaan, karena kontinuitas stoknya terjaga terutama yang di Pulau Lombok.
Guna menjaga ketersediaan pasokan di RSUD se-Pulau Sumbawa, pihaknya akan memasang tangki penyimpan oksigen Microbulk sistem oksigen cair di RS H.L. Manambai Abdulkadir yang berkapasitas 3 ton, RSUD Kota Bima 1 ton, dan RSUD Asy-Syifa 2 ton. “Ini untuk menjaga stok oksigen di RS,” tutupnya.(Diskominfotikntb/MRC).