Mataram Menerapkan Sistem Satu Pintu Tekan Klaster COVID-19 Perkantoran

MATARAMRADIO.COM,Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperketat penerapan protokol kesehatan di perkantoran dengan menerapkan sistem satu pintu untuk mencegah penyebaran COVID-19, terutama dari klaster tempat kerja.

Untuk di kantor wali kota, semua pegawai dan tamu harus keluar masuk dari lobi, dan sebelum masuk suhu tubuh semua pegawai akan diukur untuk memastikan suhu tubuhnya berada di ambang batas normal,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

BACA JUGA:  Pj Gubernur NTB : Pemilukada Tugas Berat

Selain itu, pegawai yang masuk dipastikan sudah mencuci tangan atau menggunakan penyanitasitangan yang telah disiapkan, serta menggunakan masker.

Menurutnya, pengetatan penerapan protokol kesehatan di areal Kantor Wali Kota Mataram tersebut dimaksudkan agar tidak ada lagi ASN yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Berdasarkan data, hingga saat ini sudah ada sekitar 48 ASN Pemkot Mataram terkonfirmasi positif COVID-19, dengan indikasi klaster tempat kerja,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur: Kuliah di Luar Negeri, Anak NTB Pasti Sejahtera

Karena itu, dia berharap pelaksanaan persiapan normal baru, tidak membuat masyarakat abai sehingga perlakukan dan protokol kesehatan COVID-19 di tempat kerja harus tetap dilaksanakan.

Untuk menghindari terjadinya penularan, pemerintah kota juga telah meniadakan lagi sistem absensi dengan “fingerprint”, dan absensi dilakukan secara manual.

“Kebijakan ini, dilaksanakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini sampai masalah COVID-19 bisa ditangani,” katanya.

BACA JUGA:  Pemakaman Pasien Positif Covid-19 Asal Desa Bunut Baok Gunakan Protokol Kesehatan

Swandiasa menambahkan berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penangan COVID-19 Kota Mataram, pada Minggu (9/8) pukul 22.00 Wita, tercatat jumlah pasien positif COVID-19 secara akumulasi sebanyak 956 orang.

Dari jumlah itu, tercatat 276 orang masih dalam perawatan, 613 orang dinyatakan sembuh dan 67 orang meninggal dunia. ( MRC)