Membaca Masa Lalu di Museum Desa Genggelang. Supardi : Ada Baju Datu Besari

Supardi, saat menjelaskan tentang museum Genggelang dan sebagian benda-benda di Museum Genggelang Gangga KLU

MATARAMRADIO COM – Berbicara sejarah Kabupaten Lombok Utara banyak hal yang bisa dipelajari . Namun, ada satu ingatan masyarakat dimana ada satu cerita tentang lenyapnya Kedatuan Besari.

Ya…dalam kisah-kisah tutur sering diceritakan, ada sebuah kedatuan di Wilayah Kabupaten Lombok Utara yang secara tiba-tba menghilang dari peradaban manusia.

Tidak hanya hilang orangnya tapi juga batas wilayah beserta apa yang ada dalam kekuasaan kedatuan tersebut turut lenyap seperti di telan bumi.

BACA JUGA:  NTB Ingin Tetap Jadi Primadona Wisata Dunia

Dan bagi yang penasaran tentang cerita Kedatuan Besari, bisa mengunjungi Museum Genggelang.

Ya . ..di Museum Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara masih tersimpan baju (rompi) Datu Besari. “Ini baju (rompi) Datu Besari,” ucap Supardi, sang pengelola museum, beberapa waktu lalu.

Di Museum Genggelang, masyarakat bisa melihat berbagai benda peninggalan masa lalu mulai alat pertanian, gerabah, senjata dan lainnya termasuk didalamnya keropak (lontar).

BACA JUGA:  Kemenparekraf Melibatkan Pelaku Parekraf Dalam Gerakan BISA Di Ampenan

‘Disini juga ada keropak (lontar) yang menceritakan Kedatuan Gangga,” ungkapnya.

Museum Genggelang yang menjadi juara satu dalam lomba museum desa tahun 2025, tidak hanya ingin menyajikan benda-benda dari masa lalu. Tapi, juga ingin mengajak generasi penerus menghargai, merawat dan mempelajarinya. “Banyak hal yang bisa dikaji dari peninggalan masa lalu,” katanya.

Atas dasar tersebut, Supardi berencana akan mengembangkan lagi Museum Genggelang sehingga lebih besar dan lebih banyak benda-benda peninggalan yang bisa dipamerkan.

BACA JUGA:  Kearifan Lokal Di Tengah Arus Perubahan

“Masih banyak benda yang belum dipamerkan karena keterbatasan tempat. Apalagi, masih banyak juga benda-benda masa lalu yang disimpan masyarakat,” katanya.

Menurut Supardi, agar benda-benda peninggalan masa lalu tetap terjaga dan lestari maka semua orang memiliki tanggungjawab guna merawatnya. “Semua pihak perlu ambil bagian dalam merawat dan menjaga benda-benda peninggalan masa lalu,” katanya.***