Pemerintah Masih Kaji Wacana Kenaikan Pertalite dan LPG 3 Kg

MATARAMRADIO.COM – Kementerian Keuangan angkat bicara menyikapi beredarnya wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah masih terus melakukan kajian terkait hal ini dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi global. Khususnya terkait dampak perang Rusia-Ukraina yang meningkatkan harga komoditas di pasar internasional dan inflasi di sejumlah negara.
“Tentu ini semua harus kita kaji dan karena itu kita akan melihatnya secara hati-hati,” ungkap Sua, sapaan akrabnya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2022, Rabu (20/4).

BACA JUGA:  Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi

“Di sisi lain, kehati-hatian kita juga harus diperhitungkan karena kalau terjadi peningkatan harga komoditas maka subsidi kita juga akan meningkat. Tentu kita harus mencari balance yang paling pas berapa besar yang harus kita lakukan,” jelasnya dikutip MATARAMRADIO.COM dari antaranews.com

Kendati begitu, ia belum menjawab lebih jauh terkait berapa sekiranya rumuskan rencana kenaikan harga Pertalite dan LPG ke depan. Begitu juga dengan waktu kenaikan akan terjadi.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga LPG nonsubsidi dari Rp13.500 menjadi Rp15.500 per kilogram (kg) sejak 27 Februari 2022. Perusahaan migas negara ini juga mengerek harga Pertamax dari Rp9.000 menjadi paling mahal Rp13 ribu per liter.

BACA JUGA:  Meninting, Bendungan yang Obyek Wisata

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mensinyalkan setelah Pertamax, harga Pertalite dan LPG 3 kg juga akan dinaikkan secara bertahap.
Luhut menambahkan kenaikan itu sulit dihindari di tengah lonjakan harga minyak yang terjadi akibat konflik Ukraina dan Rusia belakangan ini.
“Overall akan naik, Pertamax, Pertalite (naik). Premium belum. Ya, semua akan naik. Enggak akan enggak ada yang naik itu. Mengenai gas 3 kg itu kita bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti September. Itu semua bertahap dilakukan oleh pemerintah,” kata Luhut saat meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jumat (1/4) lalu. (EditorMRC)
 

BACA JUGA:  Diproses, Izin Edar Oleh-oleh Penonton Moto GP