Manfaatkan Lahan Sempit, Pemkot Mataram Luncurkan Gerakan Tanam Cabai

MATARAMRADIO.COM – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meluncurkan Gerakan Tanam Cabai Serentak sebagai upaya edukasi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman 80.000 bibit cabai secara serentak di seluruh Kota Mataram, Senin (16/6).

Peluncuran gerakan ini dipusatkan di SMP Negeri 23 Mataram dan dihadiri oleh Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua TP PKK Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD, pelajar SD dan SMP, kader lingkungan, ASN, hingga warga umum.

BACA JUGA:  Perjalanan Mobil Pertama Melintasi Amerika Serikat

Wali Kota Mataram menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan langkah edukatif dalam mengajarkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pemanfaatan lahan sempit serta penguatan ketahanan pangan keluarga di lingkungan urban.

“Keterlibatan lintas generasi dalam gerakan ini merupakan pesan penting agar budaya bercocok tanam tumbuh sejak dini, terutama di tengah keterbatasan ruang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan luas wilayah hanya 61,3 kilometer persegi, Kota Mataram perlu mengoptimalkan setiap jengkal lahan, termasuk halaman rumah warga. Cabai dipilih sebagai komoditas utama karena kerap menjadi penyumbang inflasi.

BACA JUGA:  Kota Mataram Siap Sukseskan FORNAS VIII: 80 Persen Cabor Digelar di Kota Mataram

“Dengan menanam cabai di rumah, warga bukan hanya belajar bertani secara urban, tapi juga ikut membantu menstabilkan harga dari sisi konsumsi,” tambahnya.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kota Mataram atas peran aktifnya dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Gerakan ini tidak akan sebesar ini tanpa dukungan Ibu Ketua TP PKK dan gerakan masif dari bawah. Lebih dari 80.000 orang ikut terlibat, baik secara langsung maupun daring,” katanya.

BACA JUGA:  Pertemuan G20 Diwarnai Aksi Walkout Utusan Negara G7

Ketua TP PKK Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menambahkan bahwa gerakan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk sekolah, lembaga pendidikan, ASN, dan berbagai komunitas.

“Tanam cabai ini adalah simbol semangat. Harapannya, masyarakat tidak hanya menanam cabai, tapi juga berbagai jenis sayuran, bahkan bisa memelihara ikan di rumah dengan wadah sederhana,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya gerakan ini sebagai awal perubahan gaya hidup masyarakat menuju kemandirian pangan dari pekarangan sendiri.***