MATARAMRADIO.COM – Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam menjelaskan sebanyak enam buah kain dari Komunitas Masyarakat Lombok yang berusia 100 tahun atau lebih akan dipamerkan di Museum Australia.
“Ini tindak lanjut dari kerjasama Museum NTB dengan Museum Australia,” katanya, Selasa 7 April 2026.
Kain-kain yang akan dipamerkan pada Mei hingga Oktober 2026 tersebut, jelas Ahmad Nuralam yaitu Kain Songket, Kain Usap, Kain Umbak dan Kain Kemalik. “Rata-rata usia kainnya 100 tahun atau lebih,” katanya.


Berdasarkan informasi yang ada, jelas Ahmad Nuralam Kain Kemalik yang akan dipamerkan di Australia tersebut hanya ada 6 buah, yakni empat di Museum Australia dan dua di Museum NTB.
Tidak hanya itu, kata Ahmad Nuralam Kain Songket yang akan turut dipamerkan juga memliki gambar burung endemik Australia, Lirebird.
“Ini menunjukkan dari sejak dulu Australia dengan Lombok ada hubungan dagang. Dan itu akan menarik perhatian,” katanya.
Saat ini, kata Ahmad Nuralam pihaknya sedang mengurus izin dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kain-kain yang akan dipamerkan bisa segera diberangkatkan ke Australia.
“Kami sudah menghubungi pihak kementerian dan pemerintah provinsi NTB untuk mengurus izinnya agar kain-kain tersebut bisa segera diberangkatkan ke Australia,” katanya.***














































































































































