Program Desa Berdaya, Intervensi Nyata di Ntobo

MATARAMRADIO.COM – Senin, 2 Maret 2026 Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Desa Berdaya di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Di Kelurahan Ntobo, tercatat sebanyak 50 kepala keluarga menjadi sasaran program bantuan.


Gubernur Iqbal menegaskan fokus utama program Desa Berdaya Transformatif adalah pengentasan kemiskinan ekstrem dengan sasaran yang jelas dan terukur.


“Sasaran program ditetapkan secara spesifik, yakni sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Ntobo, bukan 50 individu. Penetapan jumlah tersebut mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar terarah, terukur, dan tepat sasaran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Berantas Stunting di NTB, Tiga Peneliti Usulkan Ini!


Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal meninjau tiga rumah warga yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem.


Salah satu rumah yang dikunjungi langsung ditindaklanjuti untuk diperbaiki sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan.


Selain itu, secara pribadi Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan sebanyak 10 ekor ayam kepada salah seorang warga sebagai stimulus awal untuk mendukung ketahanan pangan dan tambahan penghasilan keluarga. Bantuan sembako juga disalurkan melalui Baznas kepada warga yang membutuhkan.

BACA JUGA:  DPRD NTB Setujui Raperda APBD 2021


Pendamping Desa Berdaya, Nur Afriani menjelaskan jumlah warga terdampak sekitar lima puluh orang. Namun bantuan program secara menyeluruh masih menunggu pencairan.


“Untuk warga yang terdampak jumlahnya sekitar lima puluh orang. Terkait penyaluran, bantuan tersebut direncanakan diberikan sekaligus untuk seluruh lima puluh orang, tidak dilakukan secara bertahap,” ujarnya.


Selain fokus pada penanganan kemiskinan, Gubernur Iqbal juga mengunjungi pelaku usaha mikro, yakni UKM Dina yang memproduksi kain tenun. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat setempat. (Kominfotik/MRC)

BACA JUGA:  Harga Bawang Merah Turun, Pemprov NTB Cari Jalan