Selama Nataru, Obyek Strategis dalam Pantauan

MATARAMRADIO.COM – Pemerintah Provinsi NTB bersama Polda NTB dan unsur terkait melakukan pemantauan pelaksanaan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang dimurkai dari tanggal 23 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain Pos Polisi Karang Jangkong, Terminal Mandalika, Giri Menang Square, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), serta Pelabuhan Gili Mas.

Dalam Operasi Lilin Rinjani 2025, Polda NTB menurunkan sekitar 1.908 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Pengamanan difokuskan pada objek wisata unggulan seperti Gili Trawangan, Kuta Mandalika, dan kawasan sekitarnya, serta simpul transportasi utama berupa bandara, pelabuhan, dan dermaga.
Secara keseluruhan, pengamanan didukung oleh 30 pos, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis di NTB.

BACA JUGA:  TP PKK NTB Berbagi Bantuan Untuk Warga KSB Terdampak Covid 19

Selain pengamanan statis, aparat kepolisian juga melaksanakan patroli cipta kondisi di pusat-pusat keramaian yang bertujuan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memberikan imbauan tertib berlalu lintas, serta mencegah potensi kriminalitas ringan selama momentum libur panjang.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga mendirikan posko dan pos pantau Nataru di sejumlah kawasan permukiman padat dan pusat aktivitas masyarakat. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan langsung kondisi keamanan sekaligus respons cepat terhadap potensi gangguan.

Di sisi lain, antisipasi cuaca ekstrem menjadi perhatian khusus. BMKG bersama instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca, termasuk potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah NTB, mengingat periode Nataru bertepatan dengan puncak musim hujan yang berpotensi memengaruhi perjalanan darat, laut, dan udara.

BACA JUGA:  Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Remaja dan Anak Usia Sekolah Perlu Dikaji Ulang

Arus Transportasi Udara Meningkat

Berdasarkan hasil pemantauan sektor transportasi udara selama periode Nataru, tercatat kinerja yang positif. Secara kumulatif, total penerbangan mencapai 712 flight, dengan jumlah penumpang sebanyak 60.514 orang dan total kargo sekitar 260 ton. Rata-rata pergerakan penumpang harian berada di kisaran 7.500 orang, dengan tingkat keterisian kursi (seat load factor) mencapai 63–70 persen.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah penerbangan meningkat signifikan hingga 35 persen, sementara jumlah penumpang tumbuh sekitar 7–8 persen secara tahunan (year on year). Meski kargo udara mengalami penurunan sekitar 14 persen, angkanya masih menunjukkan pemulihan yang stabil dibanding masa pra-pandemi.

Puncak pergerakan penerbangan tercatat pada H-6 Natal atau 19 Desember, sedangkan puncak penumpang terjadi pada H-3 atau 22 Desember dengan jumlah penumpang mencapai 9.135 orang, tertinggi selama periode pemantauan sementara. Adapun puncak kargo terjadi pada H-5 atau 20 Desember.

BACA JUGA:  BRIDA NTB Dorong Sinergi Pentahelix, Perkuat Arah Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Daerah

Lonjakan aktivitas penumpang paling tinggi terjadi pada rentang waktu pukul 08.00–10.00 WITA dan 15.00–17.00 WITA, yang menjadi periode kritis pelayanan bandara, terutama pada proses check-in, penanganan bagasi, dan transportasi lanjutan.

Aman dan Terkendali

Secara umum, arus Nataru 2025–2026 di NTB berjalan aman, tertib, dan terkendali. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, pengelola transportasi, serta dukungan masyarakat dinilai mampu mengakomodir peningkatan mobilitas tanpa gangguan signifikan.

Pemerintah Provinsi NTB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi aturan, menjaga keselamatan, serta mengikuti informasi resmi terkait cuaca dan transportasi selama sisa periode libur akhir tahun. ***