NTB Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Calon Pekerja Migran

MATARAMRADIO.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pendidikan vokasi di berbagai lembaga pendidikan guna menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing secara global, khususnya sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan bahwa penguatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dan komitmen Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami dorong agar tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri memiliki keahlian tertentu, tidak hanya di sektor informal seperti pertanian di Malaysia, tetapi juga yang benar-benar punya keterampilan,” ujarnya di Mataram, Minggu (15/6).

Kolaborasi Lintas Sektor

BACA JUGA:  Ini Dia Agenda Pemprov NTB Percantik Islamic Centre Hubbul Wathan

Menurut Nelly, penguatan pendidikan vokasi tidak bisa hanya mengandalkan lembaga pendidikan. Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) serta dunia usaha dan industri juga harus terlibat. Kolaborasi ini penting untuk mengatasi mismatch antara lulusan dan kebutuhan pasar kerja, serta untuk mengurangi pengangguran di NTB.

“Data BPS menunjukkan pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK. Ini jadi perhatian kami, bagaimana lulusan SMK benar-benar siap kerja dan bisa diberangkatkan ke luar negeri,” jelasnya.

Nelly mencontohkan tantangan di pasar kerja luar negeri, seperti di Jepang. Meskipun banyak lulusan SMK, kendala bahasa menjadi hambatan utama.

“Pasar Jepang terbuka, tapi banyak lulusan SMK belum bisa bahasa Jepang. Demikian pula Australia yang meminta keahlian di bidang elektronik. Maka, kami harus siapkan sesuai standar mereka,” tambahnya.

BACA JUGA:  FITRA NTB Desak 6 Kabupaten Segera Realokasi APBD 2020

Permintaan Tinggi, Kapasitas Masih Terbatas

Ia mengakui permintaan tenaga kerja terampil dari luar negeri, khususnya sektor industri di Jepang, cukup tinggi. Namun, NTB belum mampu memenuhinya secara maksimal.

“Dari sekitar 200 peserta seleksi magang ke Jepang, hanya 52 orang yang lolos. Padahal kuotanya mencapai 15 ribu. Bahkan untuk memenuhi 200 orang pun masih sulit,” katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemprov NTB memperluas kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, termasuk SMK dan Perguruan Tinggi seperti Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram), guna meningkatkan kompetensi calon pekerja.

“Sayang kalau lulusan sarjana hanya bekerja dengan penghasilan rendah di dalam negeri, padahal peluang dan pendapatan di luar negeri jauh lebih besar. Ini yang ingin kita ubah, dari pola pikir hingga peningkatan keterampilan,” tegas Nelly.

BACA JUGA:  Warga Jangan Ngeyel, Patuhi Himbauan Pemerintah Tangkal Korona!

Data Pengangguran di NTB

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024, jumlah pengangguran di NTB mencapai 87,01 ribu orang. Lulusan SMK tercatat sebagai penyumbang tertinggi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,73 persen, disusul lulusan SMA (4,26 persen), universitas (3,54 persen), SMP (2,01 persen), SD ke bawah (1,67 persen), dan Diploma I/II/III (1,03 persen).

Sebagai perbandingan, angka pengangguran NTB pada Agustus 2023 tercatat 83 ribu orang, dan pada Agustus 2022 sebesar 80 ribu orang.****