
MATARAMRADIO.COM – Industri hiburan global diramaikan oleh dua kabar besar sekaligus: musisi Inggris Ed Sheeran mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan penyanyi Punjabi Karan Aujla, sementara dunia perfilman berduka atas kepergian aktor sekaligus sutradara legendaris Amerika, Robert Redford, pada usia 89 tahun.
Ed Sheeran semakin akrab dengan dunia musik India. Setelah sebelumnya tampil panggung bersama Diljit Dosanjh di Birmingham dan Mumbai, lalu merilis lagu Sapphire bersama Arijit Singh, kini pelantun Thinking Out Loud itu memastikan kolaborasi ketiganya dengan musisi India.
Dalam wawancara bersama BBC Asian Network pada 17 September, Ed Sheeran mengungkapkan bahwa ia telah merekam lagu baru bersama Karan Aujla. “Pertama kali saya bernyanyi dalam bahasa Punjabi adalah lewat lagu Lover bersama Diljit,” katanya. “Dan sekarang saya baru saja menyelesaikan satu lagu dengan Karan Aujla.”


Sheeran menambahkan, proses rekaman lagu kali ini kembali membawanya bernyanyi dalam bahasa Punjabi. Bahkan, ia mengakui bahwa Aujla secara langsung membimbingnya dalam pengucapan. “Saya bilang padanya, ‘Kau harus benar-benar jujur padaku, jangan ragu.’ Kami duduk bersama, dan dia sangat tegas hingga akhirnya lagu itu bisa selesai dengan baik,” ungkapnya.
Meski belum banyak detail dibocorkan, Sheeran memastikan bahwa video musik sudah rampung syuting di New York pekan lalu. Lagu ini dijadwalkan rilis pada Oktober 2025, dan penggemar hanya tinggal menghitung hari untuk menyambut kolaborasi lintas budaya yang ditunggu-tunggu.
Sheeran menyebut bahasa Punjabi sebagai bahasa yang “melodi bahkan tanpa melodi” sekaligus sangat puitis. Komentar ini membuat antusiasme penggemar India semakin tinggi, terlebih mengingat keberhasilan kolaborasi Sheeran sebelumnya bersama nama-nama besar seperti Diljit dan Arijit Singh.
Robert Redford Tutup Usia di 89 Tahun
Di sisi lain, kabar duka datang dari dunia perfilman. Aktor, sutradara, sekaligus aktivis Robert Redford meninggal dunia pada 16 September 2025 di kediamannya di Sundance, Utah. Kabar ini dikonfirmasi oleh juru bicaranya, Cindi Berger, yang menyatakan Redford wafat dalam tidurnya. Penyebab pasti kematiannya belum diumumkan.
Kabar kepergiannya memicu gelombang duka dari berbagai tokoh dunia seni, termasuk Meryl Streep, Jane Fonda, Ron Howard, Marlee Matlin, hingga Stephen King, yang memberikan penghormatan melalui media sosial.
Redford dikenal sebagai salah satu ikon perfilman Amerika, kerap disebut sebagai “godfather of indie films” berkat kontribusinya dalam mendirikan Sundance Film Festival, ajang film independen terbesar di dunia.
Jejak Karier Robert Redford
Perjalanan karier Redford dimulai pada era 1960-an, ketika ia mendapat peran kecil di film Tall Story. Namanya melejit setelah membintangi War Hunt (1962), lalu tampil di berbagai film penting seperti Inside Daisy Clover dan This Property Is Condemned.
Namun, peran yang benar-benar melambungkan namanya adalah saat ia beradu akting dengan Paul Newman dalam film Butch Cassidy and the Sundance Kid (1969). Film bergenre western ini awalnya menuai respons biasa-biasa saja, namun kini dianggap sebagai karya klasik.
Kesuksesan Redford berlanjut lewat film The Sting (1973), The Great Gatsby (1974), serta sejumlah karya besar lainnya. Ia juga sempat masuk ke dunia Marvel Cinematic Universe, memerankan tokoh antagonis Alexander Pierce di Captain America: The Winter Soldier (2014) dan kembali tampil singkat dalam Avengers: Endgame (2019).
Tak hanya piawai berakting, Redford juga sukses sebagai sutradara. Debut penyutradaraannya lewat Ordinary People (1980) membawanya meraih Academy Award sebagai Sutradara Terbaik. Ia kemudian menyutradarai film lain seperti The Milagro Beanfield War, A River Runs Through It, dan The Horse Whisperer.
Aktivisme dan Warisan
Di luar dunia film, Redford juga dikenal sebagai aktivis yang vokal mendukung hak-hak masyarakat adat Amerika, lingkungan hidup, dan komunitas LGBT. Konsistensinya membuatnya dihormati bukan hanya sebagai aktor dan sutradara, tetapi juga sebagai pejuang sosial.
Redford meninggalkan seorang istri, Sibylle Szaggars, serta empat anaknya, termasuk James Redford dan Amy Redford. Warisan terbesarnya tak hanya terukir dalam sejarah sinema, tetapi juga dalam gerakan film independen yang ia dorong melalui Sundance.
Dua Kabar Besar di Dunia Hiburan
Kabar tentang kolaborasi internasional Ed Sheeran dengan Karan Aujla dan wafatnya Robert Redford pada minggu yang sama menegaskan dinamika dunia hiburan global—penuh semangat baru di satu sisi, namun juga kehilangan mendalam di sisi lain.
Sheeran terus memperluas jangkauan musiknya hingga ke ranah India, membawa bahasa Punjabi ke panggung dunia. Sementara Redford, dengan segala dedikasi dan prestasinya, meninggalkan warisan yang akan dikenang lintas generasi. (editorMRC)








































































































































