Dampak Ekonomi Pocari Sweat Lombok Run 2025 Diprediksi Tembus Rp 50 Miliar Lebih. Simak Penjelasan Gubernur NTB!

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut dengan penuh optimisme gelaran ini.

Pihaknya yakin, ribuan peserta yang datang akan membawa multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian daerah.

“Dengan jumlah peserta mencapai 9 ribu orang pelari dari berbagai kota di Indonesia, ditambah rata-rata membawa dua hingga tiga orang keluarga, maka jumlah kunjungan bisa mencapai tiga kali lipat. Dampaknya tentu sangat besar bagi promosi NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ungkap Gubernur Iqbal dalam sambutannya pada konferensi pers di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (20/8).

Dampak Ekonomi Rp 50 Miliar

Iqbal menegaskan, kedatangan ribuan pelari beserta keluarga akan menjadi momentum besar bagi kebangkitan ekonomi daerah.

Ia mencontohkan kesuksesan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 yang digelar 26 Juli- 3 Agustus 2025 di Lombok.

“Belajar dari Fornas, perputaran uang dari event olahraga bisa sangat besar. Untuk Lombok Run 2025 ini, saya memperkirakan perputaran ekonomi akan tembus di atas Rp 50 miliar,” ungkapnya dengan nada optimis.

BACA JUGA:  120 Marshall Dikerahkan dalam MXGP Samota 2022

Sektor transportasi, akomodasi, kuliner, hingga destinasi wisata diprediksi akan mendapatkan limpahan manfaat. “Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tapi mereka akan menjelajah keindahan Lombok, menikmati kuliner, dan membeli produk lokal. Inilah efek domino yang kita harapkan,” tegasnya.

Ajang ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya sebuah lomba lari berskala nasional digelar di lintasan aspal mulus Sirkuit Internasional Mandalika, arena yang selama ini identik dengan ajang balap motor dunia.

Pihak Pocari Sweat pun mengakui bahwa Lombok adalah lokasi paling tepat untuk edisi kali ini. “Setelah 12 tahun Pocari Sweat hadir di Indonesia, inilah pertama kalinya lomba lari digelar di kawasan timur Indonesia, tepatnya Lombok. Dan yang lebih unik, pertama kali pula digelar di atas sirkuit yang jalan aspalnya empuk,” ujar Wina, perwakilan Pocari Sweat.

Menurutnya, pemilihan Lombok juga didasari pertimbangan akses peserta dari kawasan tengah dan timur Indonesia. “Awalnya target kami 7 ribu peserta, tapi ternyata pendaftar menembus 9 ribu orang. Antusiasme sangat tinggi dan ini menunjukkan Lombok punya daya tarik luar biasa,” tambahnya.

BACA JUGA:  Berkat Diplomasi Bang Zul, NTB Menjadi Tuan Rumah MotoGP: Sebuah Prestasi yang Mendunia

Gelaran ini terbagi dalam empat kategori: lari 4,3 km, 10 km, half marathon, dan full marathon.

Budaya Betabek

Tak hanya bicara soal ekonomi, Gubernur NTB menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat lokal.

Gubernur mengaku sudah bertemu dengan pihak panitia, Pemkab Lombok Tengah, ITDC, dan komunitas masyarakat di lingkar selatan kawasan Mandalika.

“Pertemuan sangat hangat. Kita minta doa restu dan semua menyatakan dukungan penuh. Inilah budaya masyarakat Sasak, budaya betabek, timak ndek mauk. Sak penting bebarak ( sekalipun tidak mendapat apa-apa, yang penting diberitahu,red)” ungkap Iqbal.

Menurutnya, sikap gotong royong dan keterbukaan masyarakat adalah modal penting agar setiap event besar bisa berjalan lancar tanpa gesekan. “Insyaallah semua akan mendukung. Terima kasih Pocari Sweat sudah mau menggelar event ini di Lombok,” tambahnya.

Momentum Promosi Wisata dan Sport Tourism

Gelaran Pocari Sweat Run Lombok 2025 tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga promosi wisata NTB ke kancah nasional.

Apalagi, NTB sedang gencar mengembangkan konsep sport tourism pasca suksesnya MotoGP, WSBK, dan berbagai ajang internasional lain di Mandalika.

BACA JUGA:  Piala Dunia 2022: Ini Daftar Lengkap Peserta, Hasil Undian, dan Jadwal Pertandingannya!

“Sport tourism terbukti efektif meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan. Pelari datang, lalu liburan bersama keluarga. Ini artinya hotel penuh, restoran ramai, UMKM bergerak,” jelasnya.

Pihak Pocari Sweat berharap event perdana di Mandalika ini berjalan sukses tanpa hambatan. “Kami melihat Lombok punya kombinasi lengkap: keindahan alam, infrastruktur sirkuit, dan dukungan pemerintah daerah. Ini formula tepat untuk mencetak sejarah baru,” kata Wina.

Sementara itu, masyarakat menyambut dengan rasa bangga. “Kami berharap event ini bisa rutin digelar di Mandalika. Selain membuka peluang ekonomi, juga mengangkat nama Lombok di tingkat nasional,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Lingkar Mandalika.

Sejumlah artis terkenal bakal hadir meramaikan Pocari Sweat Lombok Run 2025. Diantaranya Daniel Mananta dan Rafi Ahmad. Ada beberapa selebriti lainnya juga dipastikan akan membaur dengan ribuan pelari lainnya di Sirkuit Mandalika.

“Ini bukan hanya soal lomba lari, tapi momentum bagi NTB untuk makmur mendunia ke depan,” tutup Gubernur Iqbal. ***