MATARAMRADIO.COM– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTB dan Dewan Pengelola Islamic Center Provinsi NTB periode 2026–2031 pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Ballroom Bank NTB Syariah.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan LPTQ dan Islamic Center harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat NTB.
Komposisi kepengurusan yang dilantik, menurutnya, telah melalui proses konsultasi dengan berbagai tokoh dan unsur organisasi kemasyarakatan agar merepresentasikan keberagaman dan kekuatan umat di NTB.
“Saya ingin LPTQ maupun Islamic Center ini menjadi milik kita bersama, merefleksikan keberadaan seluruh kelompok dan golongan yang ada di NTB,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan kegelisahannya terhadap capaian prestasi tilawah NTB yang dinilai perlu kembali ditingkatkan. Ia mengenang masa ketika NTB dikenal sebagai “pabrik qori terbaik” di Indonesia.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu membangkitkan kembali marwah tilawatil Qur’an NTB, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Menurutnya, pengembangan tilawah tidak hanya terbatas pada cabang qori dan qoriah, tetapi juga mencakup penguatan seni kaligrafi (khat) hingga pengembangan kaligrafi kontemporer. Ia mencontohkan bagaimana seni kaligrafi di luar negeri dihargai tinggi sebagai karya seni bernilai besar, sehingga perlu adanya perubahan cara pandang terhadap karya seni Islam di daerah.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya revitalisasi Islamic Center NTB agar lebih produktif dan memberi manfaat luas bagi umat. Ia menyebut Islamic Center sebagai warisan fondasi yang baik dari kepemimpinan sebelumnya dan menjadi tanggung jawab bersama untuk dirawat serta dikembangkan.
Dalam struktur baru, Gubernur mengusulkan adanya divisi amal usaha dan pengembangan ekonomi, agar pengelolaan Islamic Center tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan pemberdayaan umat.
“Siapapun yang berprestasi, apapun bidangnya, harus kita hargai dan beri perhatian yang sama. Ke depan, pembinaan harus lebih terstruktur agar prestasi tilawah NTB kembali diperhitungkan,” jelasnya. (Ami/her/Kominfotik/MRC)




































































































































