MotoGP Mandalika 2025 Diperpanjang Jadi 6 Hari: Gubernur NTB Siapkan Festival Budaya dan Jazz Kelas Dunia!

MotoGP Mandalika 2025 diperpanjang jadi 6 hari dengan tambahan festival budaya, kuliner NTB, dan konser jazz internasional.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan kebijakan tersebut saat menerima jajaran PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya pada Selasa, 1 Juli 2025. Ia menyatakan bahwa penambahan durasi ini bertujuan untuk memaksimalkan dampak ekonomi dan pariwisata dari ajang MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika.

“Ini untuk memperluas dampak dari event MotoGP di Sirkuit Mandalika,” tegas Gubernur NTB dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya.

Dari Lintasan Balap ke Panggung Budaya

Gubernur Iqbal menjelaskan, rangkaian enam hari MotoGP Mandalika 2025 akan dibagi dalam dua segmen utama. Tiga hari pertama tetap didedikasikan untuk ajang balap, termasuk sesi latihan, kualifikasi, dan puncak race day. Namun, inovasi justru hadir di tiga hari selanjutnya, yang akan disulap menjadi perayaan budaya, kuliner, dan musik berskala internasional.

Hari keempat event akan diisi oleh program bertajuk culinary world, yaitu pameran makanan khas dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Setiap daerah akan mendapat ruang untuk menampilkan keunikan kulinernya, lengkap dengan pertunjukan budaya lokal.

BACA JUGA:  MGPA Klarifikasi Viralnya Video Pembukaan Peti Box Motor Ducati WSBK

“Hari keempat akan menampilkan culinary world, yaitu pameran makanan khas dari sepuluh kabupaten/kota di NTB serta pertunjukan budaya masing-masing daerah,” kata Gubernur.

Musik Jazz Kelas Dunia akan Mengguncang Mandalika

Lebih dari sekadar promosi lokal, NTB juga akan menghadirkan nuansa internasional melalui musik. Hari kelima akan diisi dengan pertunjukan hypno jazz yang menampilkan musisi jazz papan atas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Puncaknya, hari keenam akan ditutup dengan jazz festival berskala besar yang digelar terbuka untuk seluruh penonton dan pengunjung MotoGP.

“Hari kelima akan ada hypno jazz dengan menghadirkan musisi jazz terbaik dari dalam dan luar negeri. Lalu hari terakhir kita tutup dengan festival jazz. Jadi ini bisa menjadi satu paket hiburan lengkap bagi para penonton,” jelas Gubernur.

Dengan ini, Mandalika tak hanya menjadi panggung adu kecepatan, tetapi juga destinasi wisata budaya dan musik kelas dunia.

Promosi Lewat Jalur Diplomatik dan Media Sosial Global

Untuk memastikan gemanya terdengar hingga ke mancanegara, Pemprov NTB akan memanfaatkan kekuatan media sosial dari 132 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Gubernur Iqbal menyebutkan bahwa setiap perwakilan RI memiliki followers dalam jumlah besar, yang bisa dijadikan media promosi efektif bagi rangkaian MotoGP Mandalika 2025.

BACA JUGA:  Tim Dorna Sport Tinjau Kelayakan Sirkuit Mandalika MotoGP 2021

“Followers-nya cukup tinggi. Ini harus kita manfaatkan, karena banyak dari mereka juga bekerja sama dengan maskapai luar negeri,” imbuh Gubernur.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjangkau wisatawan asing serta komunitas MotoGP internasional agar tertarik datang dan menyaksikan langsung festival enam hari tersebut.

Potensi Ekonomi: UMKM, Hotel, dan Transportasi Diuntungkan

Langkah memperluas durasi event juga diyakini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Dengan tambahan tiga hari kegiatan, para pelaku usaha seperti pengelola hotel, restoran, penyedia transportasi, hingga pelaku UMKM akan merasakan lonjakan permintaan.

Menurut data BPS, MotoGP Mandalika 2023 mencatat lebih dari 102 ribu penonton yang datang langsung ke sirkuit. Jika pada 2025 jumlah penonton meningkat dan mereka tinggal lebih lama, maka perputaran ekonomi diprediksi akan melampaui Rp1 triliun.

Pemerintah pun mulai menyusun peta kebutuhan logistik dan infrastruktur pendukung guna menyambut pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

BACA JUGA:  Barapan Kebo Meriahkan HUT RI ke-75

Kolaborasi Jadi Kunci Kesuksesan

Rencana ini tentu tidak bisa diwujudkan tanpa kolaborasi lintas sektor. Selain MGPA sebagai penyelenggara utama MotoGP Mandalika, Pemprov NTB akan menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Luar Negeri, serta KBRI dan KJRI di luar negeri. Peran swasta juga dibuka selebar-lebarnya untuk ikut mendukung penyelenggaraan festival budaya dan hiburan tersebut.

Gubernur Iqbal menekankan bahwa kolaborasi ini harus berorientasi pada dampak jangka panjang, bukan hanya sukses saat event berlangsung, tetapi juga memancing kunjungan wisatawan di luar jadwal MotoGP.

MotoGP Bukan Sekadar Balapan, Tapi Etalase Budaya NTB

MotoGP Mandalika 2025 akan menjadi penanda babak baru dalam sejarah penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia. Perpaduan antara kecepatan, seni, kuliner, dan diplomasi budaya menjadikan sirkuit Mandalika lebih dari sekadar lintasan balap.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan jaringan diplomatik Indonesia, MotoGP Mandalika 2025 diharapkan bukan hanya sukses dari sisi olahraga, tapi juga sebagai lokomotif promosi budaya NTB dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kita ingin agar tamu-tamu MotoGP tidak hanya menonton balapan, tetapi juga mengenal budaya, makanan, dan keramahan NTB,” tutup Gubernur Iqbal. (editorMRC)