MATARAMRADIO.COM – Pimpinan Pondok Pesantren Al Aqsha Mamben Daya Lombok Timur, TGH Abdul Latief HR menyatakan harta dan jabatan tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai seseorang bahagia atau tidak.
Jika ukuran kebahagiaan dinilai dari harta, tentunya yang paling bahagia adalah mereka yang memiliki banyak harta. Begitu pula ketika ukuran kebahagiaan dinilai dari jabatan maka seseorang yang memiliki banyak jabatan tentu yang paling bahagia.
“Dalam Islam, ukuran kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya harta, jabatan atau kekuasaan tapi darimana……menuju kemana dan berakhir dimana…,” ucapnya saat Haflah Imtihan dan milad ke 10 Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi Mamben Lombok Timur, Rabu 25 Juni 2025.

Karena itu, Abdul Latief mengajak masyarakat untuk mampu menjaga anak anaknya agar kuat dalam iman dan akidah dengan memberikan tidak hanya pendidikan formal tapi juga pendidikan agama.
“Berikanlah pendidikan kepada anak-anak bukan hanya bekal ilmu dunia tapi juga ilmu akhirat,” katanya.
Sementara Pembina Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi, Ust Ahmad Asdaruddin menyatakan dalam haflah imtihan kali ini Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi mewisuda 25 mutaalimin mutaalimat.
Pola pendidikan yang diterapkan di Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi atau diniyahnya, menurut Asdaruddin tidak hanya memberikan bekal kepada para santrinya tentang ilmu agama tapi juga bidang ilmu lainnya
.
“Kami berkomitmen mendorong para santri untuk bisa mendayagunakan akal pikirannya, menghidupkan potensi yang ada dalam dirinya tidak hanya dalam ilmu agama tapi juga lainnya termasuk seni dan budaya,” katanya.
Selain itu, kata Asdaruddin dengan peringatan Milad ke 10 Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi maka pihak majlis membuka pendaftaran bagi mutaalimin mutaalimat baru.
” Pendaftaran akan ditutup pada 15 Muharram dan kami hanya menerima 100 mutaalimin mutaalimat,” katanya.
Menariknya, bagi para bagi para mutaalimin mutaalimat yang mengikuti pendidikan Diniyah di Darunnajah Al Irsyadi memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa SI.
“Kami siapkan 10 beasiswa S1 bagi mutaalimin mutaalimat,” katanya. ***










































































































































