Prof. H. Iwan Harsono Berharap Putra Daerah Jabat Dirut PT. Bank NTB Syari’ah. Inilah Alasannya!

Proses ini bertujuan mengisi lima posisi vital dalam struktur manajemen bank syariah kebanggaan NTB, termasuk Direktur Utama (Dirut), yang menjadi sorotan publik dan akademisi.

Salah satu yang lantang menyuarakan harapan besar terhadap proses seleksi ini adalah Assoc. Prof. Dr. H. Iwan Harsono, S.E., M.Ec, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Ia menekankan pentingnya putra daerah yang profesional dan memiliki integritas tinggi untuk duduk di kursi Direktur Utama PT Bank NTB Syariah.

“Untuk menunjang visi NTB mendunia itulah maka perlu ada figur putra daerah yang profesional dan kapabel di bidangnya duduk di jajaran direksi Bank NTB Syariah,” ujar Iwan Harsono, Selasa (27/5/2025).

Menurut Iwan, langkah Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal dalam menata ulang arah pembangunan ekonomi daerah patut didukung, termasuk melalui penyehatan lembaga keuangan daerah.
Kehadiran pemimpin bank dari kalangan lokal dinilai krusial untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan menjawab tantangan persaingan sektor perbankan syariah.

BACA JUGA:  Pertamina Turunkan Harga BBM

Ia mencontohkan Provinsi Bali, di mana struktur direksi bank daerahnya diisi oleh orang lokal yang terbukti mampu membawa lembaga keuangan tersebut tumbuh sehat dan kuat.

“Ini membuktikan bahwa kualitas dan loyalitas orang-orang NTB sangat mampu dan terpercaya untuk memanaj perbankan berbasis syariah di NTB. Jangan apa-apa impor, itu kurang bagus,” tambahnya.

Lebih jauh, Iwan menyampaikan kekhawatiran atas potensi terjadinya capital flight (pelarian modal) jika pengelolaan bank tidak ditangani oleh orang-orang yang memiliki akar emosional dengan NTB.
Dengan hadirnya figur lokal, loyalitas terhadap daerah akan lebih kuat dan berdampak positif pada keberlangsungan pembangunan ekonomi jangka panjang.

“Kita harus sadar bahwa IPM kita ini bagus. Intinya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra daerah untuk duduk di jajaran direksi Bank NTB Syariah,” tegas mantan Komisaris PT BPR itu.

BACA JUGA:  Wajib Pajak Perlu Tahu: Menkeu Terbitkan Aturan Baru Terkait Tindak Pidana Pajak

Sementara itu, anggota tim panitia seleksi calon Direksi PT Bank NTB Syariah, Prof. Dr. H. Zainal Asikin, membenarkan bahwa tahapan seleksi tengah berlangsung intensif.

“Iya, saat ini kami sedang melaksanakan deep interview di Jakarta untuk 25 calon,” ungkap Prof. Asikin.

Diketahui sebelumnya, proses seleksi telah menyaring 97 pelamar menjadi 28 orang, dan kini mengerucut menjadi 25 kandidat yang dinilai paling kompeten.

Mereka akan dinilai berdasarkan tiga kategori: Disarankan (nilai di atas 80), Dipertimbangkan (nilai 70–79,9), dan Tidak Disarankan (nilai di bawah 70).

Proses ini ditargetkan rampung pada akhir Mei 2025, dan rekomendasi final akan diserahkan ke Gubernur NTB pada 1 Juni 2025.

Kelima posisi direksi yang akan diisi antara lain:

  1. Direktur Utama
  2. Direktur Dana dan Jasa
  3. Direktur Pembiayaan
  4. Direktur Keuangan dan Operasional
  5. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko

Proses seleksi ini menjadi bagian penting dalam reformasi sektor keuangan daerah di bawah komando Iqbal-Dinda.
Apalagi, Gubernur NTB secara tegas menyatakan keinginannya agar Bank NTB Syariah menjadi simbol kemandirian dan kebanggaan daerah.

BACA JUGA:  Ekonomi NTB Melaju: Ekspor Desember 2024 Naik Drastis. Inilah Penjelasan Lengkap BPS!

Dalam pernyataannya pada sebuah diskusi publik, Gubernur Iqbal menggarisbawahi bahwa yang ia harapkan dari bank milik daerah ini bukan hanya besar secara aset, namun juga kuat secara integritas dan kinerja.

“Kita bangga dalam arti yang sesungguhnya. Bangga bahwa Bank NTB Syariah menjadi bank yang asetnya besar.
Bangga memiliki Bank NTB Syariah yang memiliki portofolio besar. Bangga terhadap Bank NTB yang SDM-nya bisa diandalkan secara teknis maupun secara integritas,” ujar Iqbal.

Untuk mendukung misi besar ini, Pemerintah Provinsi NTB juga telah menginisiasi pembentukan NTB Capital,
sebuah entitas investasi daerah yang bertujuan menarik investor strategis. Namun keberhasilan inisiatif ini, menurut Iwan Harsono, tak akan maksimal tanpa dukungan struktur perbankan daerah yang kokoh dan terpercaya.

Dengan menempatkan putra daerah yang berkualitas di jajaran direksi, NTB diharapkan tidak hanya mampu memperkuat struktur ekonomi domestiknya, tapi juga membangun kepercayaan nasional terhadap kapasitas SDM lokal dalam mengelola lembaga keuangan besar. (editorMRC)