Siswa SMPN 2 Mataram Kunjungi Mapolda NTB

MATARAMRADIO.COM – Siswa SMPN 2 Mataram yang tergabung dalam ekskul jurnalistik mengunjungi Mapolda NTB khususnya ke Ditlantas dan Ditnarkoba Polda NTB pada Kamis 15 Mei 2025.


Kunjungan para siswa ini, menurut Pembina Jurnalistik SMPN 2 Mataram, Maulia Adriani untuk mendapatkan pemahaman bagaimana aturan berlalulintas agar selamat dalam perjalanan.


Selain itu, jelas Maulia agar anak -anak juga terhindar dari jeratan narkotika yang dapat merusak masa depannya.

BACA JUGA:  Wapres akan Tutup FORNAS VIII, Slank dan Musisi Papan Atas Hibur Masyarakat


Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda NTB, Kompol Wayan Alus menjelaskan anak-anak yang masih dibawah umur tidak diperkenankan untuk membawa kendaraan bermotor karena jiwanya belum stabil.


“Kalau sebelah ngebut, pasti kita akan ikut ngebut. Tidak mau kalah,” katanya.


Akibat tidak mau mengalah tersebut, jelas Wayan Alus banyak kecelakaan terjadi yang berakibat fatal bahkan hingga meninggal dunia.


Kanit Dikmas Ditlantas Polda NTB, Iptu Fania menegaskan ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh seseorang sebelum berkendara, yakni dengan memastikan usia dan kelayakan kendaraan yang digunakan, memiliki SIM, mengecek oli dan minyak serta tidak berjalan diatas batas kecepatan.

BACA JUGA:  BSF, Urai Sampah Jadi Uang


Rekan sejawat Fania, Veni mengingatkan agar para pengendara mematuhi marka dan rambu rambu lalulintas yang ada di sepanjang jalan..


“Jangan menyalip di jalur belok, tanjakan atau turunan. Itu membahayakan keselamatan jiwa,” katanya..


Sementara Plt Kasubag Renmin Ditnarkoba Polda NTB, IPTU I Gede Adnyana meminta anak -anak waspada terhadap peredaran narkoba sebab target penjualan narkoba adalah anak usia produktif dan penerus bangsa.

BACA JUGA:  Wanita Bisa Wujudkan Impian Terbaiknya

Selain itu, Gede meminta agar orang tua, guru dan lainnya terus melakukan pengawasan terhadap anak-anak dengan memantau aktifitas lingkungan sekitar.


“Para guru agar memperhatikan lingkungan sekitar sekolah dan mewaspadai aktifitas orang-orang di sekitar sekolahnya,” katanya.***