Mengolah Sampah untuk Menuai Senyum

MATARAMRADIO.COM – Persoalan sampah, hingga kini masih menjadi keprihatinan semua pihak. Namun, sebenarnya, persoalan sampah bisa disiasati dengan berbagai pola.


Menurut Ketua Bank Sampah Kekait Berseri, Paizul Bayani ada beberapa penanganan sampah khususnya sampah organik.


“Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani sampah organik,” katanya saat menerima kunjungan rombongan Kepala Desa Semparu Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 27 Desember 2025.


Cara pertama, kata Paizul dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, bisa untuk skala besar tapi juga bisa skala kecil. “Cara ini bisa kami sebut metode Takakura ,” katanya

BACA JUGA:  32 Warga Binaan LPP Mataram Ikut Pilwalkot


Kemudian, kata Paizul sampah organik juga bisa diolah dengan menggunakan Tong Komposter. Pola ini bisa dilakukan dalam skala rumah tangga “Bisa juga, sampah organik dijadikan pakan magot,” katanya.


Dengan ketiga cara tersebut, jelas Paizul sebenarnya persoalan sampah bisa teratasi. Persoalannya, kemauan dari masyarakat yang harus terus ditumbuhkan agar mau mengolah sampah.

BACA JUGA:  Lomba Mendongeng Semarakkan Museum Begawe


Senada Kepala Desa Semparu, Lalu Ratmaji Hijrat menyatakan masyarakat perlu diajak untuk berpikir bagaimana persoalan sampah bisa dituntaskan.


“Kunjungan kami ke Bank Sampah Kekait Berseri salah satu cara untuk bisa meniru dan mengolah sampah,” katanya.


Kedepan, kata Kades pengelolaan sampah bukan hanya terpusat di desa seperti yang selama ini sudah dilakukan tapi di setiap dusun harus ada. Selain, keterlibatan generasi muda akan lebih ditingkatkan.


“Generasi muda akan lebih terlibat tidak hanya dalam promosi di media sosial tapi juga pengelolaan sampah secara nyata,” katanya.

BACA JUGA:  Wagub : Menjaga Lingkungan, Tanggung Jawab Bersama


Sementara mahasiswa KKN dari Universitas Mataram (Unram), Arinda, Erina, Alma dan Salma yang turut dalam rombongan berjanji akan mempraktekkan apa yang didapat dari kunjungannya ke Bank Sampah Kekait Berseri.


“Kita ingin buat kompos Takakura dan juga pernik dari sampah an organik. Apalagi, Alma dan Salma sudah bisa, kita akan buat,” kata Arinda. ***