AMP Desak Evaluasi Petinggi PLN UIW NTB

MATARAMRADIO.COM- Aliansi Masyarakat Peduli Nusa Tenggara Barat (AMP NTB) kembali menyuarakan kritik keras terhadap PT PLN (Persero) wilayah NTB dan Vendor yang bertanggung jawab setelah serangkaian insiden kerja berulang yang mengakibatkan luka-luka pada sejumlah pekerja. Ketua AMP NTB, Dani, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi minggu depan sebagai bentuk desakan moral agar PLN memperbaiki sistem keselamatan kerja secara menyeluruh.

Dani menilai insiden yang terus terjadi mencerminkan lemahnya pengawasan K3 dan menunjukkan kegagalan manajemen PLN wilayah NTB dalam memastikan keselamatan pekerja di lapangan.

BACA JUGA:  Kontingen Jawa Barat Pimpin 10 Besar Perolehan Medali Sementara Fornas VIII 2025!

“Saya tegaskan bahwa ini bukan sekadar isu teknis. Ketika insiden terus berulang, itu artinya ada kegagalan di level manajemen. Karena itu, AMP NTB menuntut evaluasi terhadap jajaran petinggi PLN wilayah NTB. Budaya keselamatan hanya akan kuat jika pimpinan wilayah punya komitmen yang jelas,” ujarnya.

Dani Naufal, pekerja di lapangan selama ini bekerja dalam tekanan target yang tinggi tanpa perlindungan APD yang layak, sementara SOP sering diabaikan. Hal itu disebut sebagai bukti bahwa komitmen keselamatan belum menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:  Warga Desa Manggena’e Dompu Lega, Lahan TPU Dikabulkan Gubernur

“Pekerja tidak boleh terus berada pada risiko luka-luka karena kelalaian sistemik. PLN harus berbenah dan pimpinan wilayah harus bertanggung jawab,” tambahnya.

AMP NTB menyebut bahwa aksi demonstrasi minggu depan akan membawa tiga tuntutan pokok:

1. Evaluasi dan audit kinerja jajaran petinggi PLN dan Vendor yang bertanggung jawab, terutama yang bertanggung jawab atas pengawasan lapangan dan implementasi K3.
2. Publikasi terbuka terkait langkah-langkah pembenahan K3, termasuk rencana konkret dan tenggat waktu pelaksanaannya.
3. Audit kompetensi seluruh pengawas lapangan di PLN, untuk memastikan setiap pengawas memahami standar keselamatan kerja.

BACA JUGA:  NTB tidak lagi Sematkan Pariwisata Halal tapi Produk Halal

Dani menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk dorongan untuk memastikan keselamatan kerja tidak lagi diabaikan.

“Ini bukan aksi mencari panggung. Ini upaya melindungi pekerja yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan mereka. Kami akan turun minggu depan untuk memastikan suara ini tidak lagi diabaikan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN wilayah NTB belum merespons pernyataan AMP NTB maupun tiga tuntutan utama tersebut. Publik saat ini menunggu langkah nyata dari PLN.***