KKN PMD Literasi Unram Wujudkan Taman Literasi Numerasi X Apotek Hidup di SDN Bunsalak

Telah berhasil menghadirkan inovasi edukatif melalui pembangunan Taman Literasi Numerasi x Apotek Hidup di SDN Bunsalak. Inisiatif ini lahir dari semangat kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak sekolah, dengan tujuan meningkatkan minat baca serta pengetahuan siswa, sekaligus mengenalkan manfaat tanaman obat.

Taman yang dibangun tidak hanya menjadi ruang hijau yang asri, tetapi juga dilengkapi fasilitas untuk kegiatan membaca dan belajar berhitung di luar kelas. Uniknya, area ini juga ditanami berbagai jenis tanaman obat yang berlabel informasi khasiatnya, sehingga siswa dapat belajar langsung tentang kegunaan tanaman tersebut.

BACA JUGA:  Laporan Realisasi APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024: Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Bagian 9)

Ketua kelompok KKN PMD Literasi Unram Desa Jago, Muhammad Rizki menjelaskan bahwa taman ini akan dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan perpustakaan keliling yang dijalankan oleh mahasiswa KKN.

Perpustakaan keliling ini telah dilaksanakan di beberapa titik, termasuk di SDN Bunsalak, dengan kegiatan belajar bersama seperti membaca nyaring dan diskusi interaktif.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang menyenangkan dan bermanfaat. Melalui taman ini, siswa dapat membaca buku, bermain sambil belajar, sekaligus mengenal tanaman obat di sekitar mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN PMD Literasi Unram Desa Jago menggelar kegiatan membaca nyaring (read aloud) dengan buku yang berjudul “Pelajaran dari Ayah” sebuah buku cerita bergambar karya dari Abraham Breket.

BACA JUGA:  Sasak Oil, Bukan Minyak Sasak Biasa?

Kegiatan membaca nyaring ini dilakukan dengan penuh ekspresi sehingga membuat suasana belajar menjadi hidup dan menyenangkan. Siswa-siswi tampak antusias mendengarkan cerita yang dibacakan, sambil ikut menebak alur dan memberikan pendapat tentang tokoh dalam cerita. Selain membaca nyaring, siswa-siswi juga diajak untuk memilih dan membaca buku secara mandiri.

Dengan adanya perpustakaan keliling, akses literasi menjadi semakin mudah dijangkau, terutama bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki koleksi buku yang lengkap. Semangat membaca yang tertanam sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas.

Kepala Sekolah SDN Bunsalak, Joko Slamet Riyanto, S.Pd., mengapresiasi program ini sebagai terobosan positif. “Kolaborasi ini sangat berarti bagi sekolah kami. Anak-anak tidak hanya mendapatkan fasilitas belajar tambahan, tetapi juga pengalaman langsung yang mendidik, karena tidak hanya menumbuhkan rasa cinta membaca, tetapi juga melatih kemampuan menyimak, memahami, dan berpikir kritis pada anak-anak. Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan, agar anak-anak semakin dekat dengan buku,” ujarnya.

BACA JUGA:  The Jayakarta Hotel Lombok: Beli  Pizza Rp 80K Bisa Renang Dua Orang, Mau?

Dengan hadirnya Taman Literasi Numerasi x Apotek Hidup, diharapkan budaya literasi dan numerasi siswa dapat tumbuh lebih kuat, sementara pemanfaatan tanaman obat juga semakin dikenal di kalangan generasi muda. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi KKN Unram Desa Jago dalam menggabungkan edukasi, kesehatan, dan kelestarian lingkungan dalam satu inovasi. ***