MATARAMRADIO.COM – Ketua Karang Taruna Kecamatan Selaparang Lalu Agusfian Dwiyana K menyatakan pojok musik dan literasi merupakan salah satu program kerja Karang Taruna Kecamatan Selaparang dalam menyikapi isu-isu yang muncul di tengah masyarakat.
“Kehadiran Gadget sedikit tidak menggangu aktifitas sosial masyarakat. Pemuda-pemuda kita menjadi apatis terhadap aktifitas sosial,” katanya usai gelaran Pojok Musik dan Literasi ke 7 yang digelar di area Islamic Center Mataram, Kamis malam 24 Juli 2025.
Agusfian ingin kembali menghidupkan silaturahmi face to face dan dengan adanya event para pemuda tidak lagi sibuk dengan dirinya sendiri.


“Kami ingin jiwa-jiwa sosial kembali tumbuh, tidak lagi terbelenggu dengan gadget,” katanya.
Dengan adanya pencerahan dari Ketua Kagama Pusat Ganjar Pranowo dan Kagama NTB dr Nuhandini Eka Dewi terkait hal positif dan negatif pemanfaatan gadget, Agusfian berharap para pemuda bisa menularkan pemahaman tersebut kepada generasi Z, generasi Alpha serta masyarakat lainnya.
Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) NTB, dr Nuhandini Eka Dewi menyatakan dari data yang ada angka keterlambatan bicara pada anak-anak semakin hari semakin meningkat.
“Salah satu penyebabnya, anak anak terlalu dini dan terlalu lama diberi mainan gadget,” katanya.
Dengan pemberian gadget ketika anak sedang tumbuh kembang (balita) akan menghambat syaraf motoriknya untuk berkembang sehingga terjadi keterlambatan dalam bicara.
“Gadget membuat anak anak yang sedang tumbuh kembang berkomunikasi satu arah sehingga mengakibatkan terjadinya keterlambatan anak-anak bicara,” katanya .
Dr Eka mengingatkan, kasus keterlambatan bicara pada anak-anak bukan hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta tapi juga sudah terjadi di NTB.
Jika sudah terjadi keterlambatan bicara pada anak-anak maka, kata dr Eka harus dilakukan terapi wicara. “Ini perlu waktu,” katanya.
Sementara Ketua Kagama pusat Ganjar Pranowo menilai gadget memiliki sisi positif dan negatif. Namun, keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter seorang anak.
“Keluarga punya peran penting dalam membentuk karakter anak selain bisa memasukkan nilai-nilai agama dan budaya juga bisa memberi arah pada kehidupan seorang anak,” katanya.
Ganjar tak menampik, di era saat ini orang akan sulit untuk lepas dari gadget Tapi harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga.
Misal, ketika sedang di ruang tamu bersama keluarga, usahakan tidak ada yang pegang gadget . “Disitu bisa dibangun komunikasi antara anak, orang tua dan anggota keluarga lainnya,” katanya.
Mengenai peran pemerintah, Ganjar Pranowo menilai tidak terlalu signifikan dalam pembentukan karakter anak-anak karena sifatnya hanya mengingatkan.
“Tetap, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak di masa depan,” katanya.***



































































































































