Mahasiswa KKP UIN Mataram Gelar Seminar Digital Marketing dan UMKM Halal di Desa Sepit. Inilah Hasilnya!

Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui edukasi seputar penguatan UMKM berbasis digital dan nilai-nilai halal.

Acara yang digelar di aula desa ini menghadirkan pemateri dari dalam dan luar negeri, yakni Abdul Basit, S.Pd., M.E., Reza Arviciena Sakti, S.E., M.E., serta pembicara tamu dari Australia, Mr. Oliver Knight, B.Bus., Ph.D.

BACA JUGA:  Robby Firmansyah: BEM FHISIP Unram Siap Gelar Muswil BEM FH se-NTB 2024

Para peserta terdiri dari pelaku UMKM Desa Sepit, Karang Taruna, PKK, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga desa lainnya.

Dalam materinya, Mr. Oliver Knight menyampaikan gambaran perkembangan UMKM di negaranya, Australia. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 70% penduduk usia 15–29 tahun di negaranya telah memiliki atau terlibat dalam usaha UMKM.

“Penghasilan dari UMKM di Australia cukup besar, namun memang sebanding dengan tingginya biaya hidup. Tapi yang terpenting adalah, semangat untuk memulai itu tumbuh sejak muda,” ujarnya.

Kehadirannya sebagai pemateri luar negeri mendapat sambutan antusias dari peserta yang merasa termotivasi dan bangga bisa mendapatkan perspektif global langsung dari pelaku akademik luar negeri.

BACA JUGA:  Lebih Dekat dengan Veronika: Aktivis Kampus yang Ingin Jadi Diplomat dan Jurnalis Profesional

Sementara itu, Abdul Basit, S.Pd., M.E., dalam paparannya menekankan bahwa membangun UMKM tidak selalu harus dimulai dengan modal besar.

“Modal bukan hal utama dalam memulai usaha. Yang paling penting adalah keberanian untuk memulai, niat yang kuat, serta konsistensi untuk terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya memberi semangat.

Reza Arviciena Sakti, S.E., M.E., turut menyampaikan materi serta berperan sebagai penerjemah selama sesi Mr. Oliver berlangsung, sehingga materi dari pemateri luar negeri dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.

BACA JUGA:  Raih Gelar Doktor, Supratman Muslim MZ Teliti Fenomena Pesantren dan Tuan Guru di Lombok

Meski tidak disertai sesi tanya jawab, suasana seminar berlangsung dengan penuh semangat dan perhatian tinggi dari peserta.

Banyak dari mereka menyatakan rasa antusias dan termotivasi, terlebih karena pengalaman baru bisa bertemu langsung dengan pemateri dari luar negeri.