Dunia Dangdut Berduka, Hamdan ATT Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun. Inilah Biografi Singkatnya!

Musisi dangdut legendaris Hamdan ATT wafat di usia 76 tahun. Dikenal lewat "Termiskin di Dunia," ia tinggalkan warisan besar bagi musik Indonesia.

Ia berpulang di usia 76 tahun setelah berjuang melawan penyakit stroke dan komplikasi ginjal selama beberapa tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh putrinya, Aisyah Attamimi, yang menyampaikan bahwa sang ayah meninggal dengan tenang di tengah keluarga.

Perjuangan Melawan Penyakit
Hamdan ATT, yang bernama lengkap Hamdan Attamimi, mulai menghadapi masalah kesehatan serius sejak 2017 ketika ia didiagnosis menderita stroke. Kondisi ini memengaruhi kemampuan fisiknya, namun semangatnya untuk tetap terhubung dengan musik dan keluarga tidak pernah pudar.

Pada 2024, Hamdan mengalami komplikasi lebih lanjut akibat pecahnya pembuluh darah di otak dan penumpukan cairan. Meskipun menjalani operasi besar dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan sementara, kesehatannya terus menurun menjelang akhir tahun. Menurut anaknya, Haikal Attamimi, Hamdan berpulang dalam damai, dikelilingi oleh orang-orang terkasih di rumahnya.

Kepergian Hamdan memicu gelombang duka di kalangan musisi dan penggemar dangdut. Rekan sesama penyanyi, seperti Rhoma Irama dan Inul Daratista, mengenangnya sebagai sosok rendah hati dan berdedikasi. Rhoma menyebut Hamdan sebagai “saudara seperjuangan yang menghidupkan jiwa dangdut,” sementara Inul menggambarkan lagu-lagunya sebagai “warisan abadi yang menyentuh hati.”

Biografi Hamdan ATT: Dari Maluku ke Puncak Dangdut
Hamdan Attamimi lahir pada 27 Januari 1949 di Aru, Maluku, dalam keluarga sederhana. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat musik yang luar biasa, terinspirasi oleh alunan tradisional dan lagu-lagu populer di masanya.

BACA JUGA:  Ini Dia Pemenang Golden Globe Awards 2021!

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi pada 1975, Hamdan memutuskan untuk mengejar karier sebagai penyanyi profesional di Jakarta. Ia mulai tampil di panggung-panggung kecil di kawasan Kramat Jati, yang kemudian menjadi tempat tinggalnya hingga akhir hayat.

Pada akhir 1970-an, Hamdan mulai dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan suara emosional yang khas. Ketenarannya melejit pada 1980 dengan rilisnya Termiskin di Dunia, sebuah lagu yang menjadi cerminan kehidupan masyarakat kelas pekerja.

Lagu ini tidak hanya populer di kalangan penggemar dangdut, tetapi juga diadaptasi sebagai soundtrack film Mendadak Dangdut pada 2006, yang dinyanyikan ulang oleh Keanu Angelo. Selain Termiskin di Dunia, Hamdan merilis sejumlah hits seperti Dingin, Bekas Pacar, Sakit Hati, Patah Kemudi, Emas Menjadi Tembaga, Jangan Cintai Aku, dan Mabuk Judi. Lagu-lagu ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi dangdut pria terkemuka pada era 1980-an hingga 1990-an.

Warisan dan Penghargaan
Selama lebih dari empat dekade, Hamdan ATT meninggalkan jejak mendalam dalam musik dangdut Indonesia. Ia dikenal karena kemampuannya memadukan lirik penuh makna dengan melodi yang menyentuh, mencerminkan realitas kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Ketika Selebrita Siang Trans7 Kena Semprit KPID NTB

Dedikasinya terhadap dangdut diakui melalui Lifetime Achievement Award dari Indonesian Dangdut Awards pada 2021, sebuah penghargaan yang menegaskan statusnya sebagai legenda. Lagu-lagunya tetap relevan, sering diputar di radio dan acara musik, serta menjadi inspirasi bagi penyanyi dangdut generasi baru.

Hamdan juga dikenang sebagai sosok yang ramah dan mendukung komunitas musik. Ia kerap memberikan nasihat kepada penyanyi muda untuk tetap autentik dalam berkarya. “Musik dangdut adalah cerita rakyat. Jangan pernah lupakan akarnya,” ujarnya dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu.

Doa dan Penghormatan untuk Sang Legenda
Sebagai seorang Muslim, kepergian Hamdan ATT mengundang doa dari banyak pihak. Dalam tradisi Islam, doa untuk almarhum menjadi wujud penghormatan, seperti “Allahumma ajirnii fii mushibatii khairan minha,” yang memohon agar Allah memberikan pahala atas musibah dan menggantinya dengan yang lebih baik. Doa-doa ini mencerminkan rasa kehilangan sekaligus harapan akan rahmat bagi Hamdan.

Penggemar dari berbagai kalangan mengenang Hamdan sebagai penyanyi yang lagu-lagunya penuh makna. “Termiskin di Dunia selalu jadi pengingat masa kecil dan perjuangan hidup,” ujar seorang penggemar setia. Kenangan tentang penampilan panggung Hamdan, dengan gaya sederhana namun penuh emosi, tetap melekat di hati pendengarnya.

Kehidupan Pribadi dan Keluarga
Hamdan ATT adalah sosok ayah yang penyayang dan dekat dengan keluarganya. Ia meninggalkan anak-anaknya, termasuk Aisyah dan Haikal Attamimi, yang setia mendampinginya selama masa sakit. Meskipun menghadapi tantangan kesehatan, Hamdan selalu berusaha menjaga hubungan erat dengan keluarga dan komunitasnya. Kisah-kisah tentang kehangatannya sebagai pribadi sering dibagikan oleh kerabat dan rekan musisi, menunjukkan sisi humanis di balik ketenarannya.

BACA JUGA:  MALIQ & D’Essentials Hadirkan Nuansa Baru Lewat Lagu “Dekat” yang Langsung Viral di TikTok

Dampak Kepergian Hamdan ATT
Kematian Hamdan ATT adalah kehilangan besar bagi musik dangdut Indonesia, terutama bagi penggemar dangdut klasik. Lagu-lagunya, yang kaya akan emosi dan cerita kehidupan, terus didengarkan oleh berbagai generasi, dari pasar tradisional hingga platform streaming modern. Industri dangdut kehilangan salah satu pilarnya, tetapi warisannya akan terus hidup melalui karya-karyanya yang abadi.

Banyak pihak berharap generasi muda penyanyi dangdut dapat melanjutkan semangat Hamdan dalam menjaga keaslian dangdut. “Ia telah membuktikan bahwa dangdut bukan sekadar musik, tetapi cerminan jiwa rakyat,” ujar seorang musisi senior. Karya Hamdan akan terus mengalun, mengingatkan kita pada perjuangan dan kepekaan sosial yang ia bawa melalui musiknya.

Hamdan ATT bukan hanya penyanyi, tetapi juga simbol dedikasi dan cinta pada seni dangdut. Dari panggung kecil di Kramat Jati hingga menjadi legenda nasional, ia telah mengukir sejarah yang tak terlupakan. Kepergiannya mengajarkan kita untuk menghargai para seniman yang membentuk identitas budaya Indonesia. Selamat jalan, Hamdan ATT. Semoga karya dan semangatmu terus menginspirasi dunia musik Indonesia. (editorMRC)