MATARAMRADIO.COM – Dalam rangka mendukung agenda nasional memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, Pemerintah Provinsi NB kembali mengarahkan kebijakan anggaran Tahun 2026 pada sektor perdagangan, pangan, dan peternakan.
Program nomor 128 hingga 136 menunjukkan komitmen konkret dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesehatan hewan dan masyarakat veteriner sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah.
Stabilitas Harga dan Perlindungan Konsumen


Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pemerintah mengalokasikan Rp174.818.400 untuk Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat melalui pemantauan harga, operasi pasar, serta pengendalian distribusi komoditas strategis.
Selain itu, Program Standardisasi dan Perlindungan Konsumen memperoleh dukungan Rp1.209.872.000. Anggaran ini difokuskan pada pengawasan barang beredar, peningkatan kesadaran konsumen, serta penguatan sistem perlindungan konsumen guna menciptakan pasar yang sehat dan berkeadilan.
Penguatan Ketahanan dan Keamanan Pangan
Di sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengelola beberapa program strategis.
• Program Penanganan Kerawanan Pangan dialokasikan Rp250.000.000 untuk mengantisipasi potensi krisis pangan dan memperkuat sistem distribusi daerah rentan.
• Program Pengawasan Keamanan Pangan memperoleh Rp95.000.000 guna memastikan mutu dan keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat.
• Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat mendapatkan Rp475.000.000, sebagai langkah mendorong konsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi.
Sementara itu, untuk Program Pengelolaan Sumber Daya Ekonomi untuk Kedaulatan dan Kemandirian Pangan, belum terdapat alokasi anggaran dalam Rancangan APBD 2026.
Penguatan Kesehatan Hewan dan Veteriner
Pada sektor peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapatkan dukungan signifikan.
• Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dialokasikan Rp706.251.750. Program ini difokuskan pada pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, peningkatan layanan kesehatan hewan, serta jaminan keamanan produk hewani.
• Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi memperoleh alokasi Rp25.928.550.081 guna memperkuat operasional, tata kelola, serta pelayanan teknis di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Adapun Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian belum memperoleh alokasi anggaran pada tahun ini.
Fondasi Ketahanan Ekonomi Daerah
Sinkronisasi program prioritas nasional dan provinsi Tahun Anggaran 2026 menegaskan bahwa stabilitas harga, ketahanan pangan, serta kesehatan hewan merupakan bagian integral dari sistem pertahanan ekonomi daerah.
Melalui penguatan pengawasan pasar, diversifikasi pangan, serta perlindungan kesehatan hewan, pemerintah daerah memastikan bahwa agenda swasembada pangan dan perlindungan konsumen berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan anggaran ini mencerminkan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi berbasis sektor riil yang tangguh, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. ***











































































































































