Mewujudkan Kampus Berdampak, KKN Unram Awali Perencanaan Partisipatif bersama Masyarakat Desa Mareje Timur

KKN Unram Hadir di Mareje Timur, Warga Susun Masa Depan Desa Lewat Perencanaan Partisipatif

MATARAMRADIO.COM – Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, untuk pertama kalinya menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram periode Desember 2025 – Februari 2026.

“Limabelas tahun Desa Mareje Timur berdiri setelah dimekarkan dari Desa Mareje, baru pertama kali ini Unram menempatkan mahasiswa KKN, dan tentu saja Pemerintah Desa dan masyarakat menerima aduk-adik mahasiswa ini dengan senang hati” ungkap Musmuliadi, Kepala Desa Mareje Timur.

“Harapan kami, adik-adik mahasiswa KKN Unram membantu akselerasi pembangunan desa melalui berbagai inovasi yang akan memberikan nilai tambah terhadap potensi Desa Mareje Timur” lanjutnya. Harapan Kepala Desa dan masyarakat Mareje Timur, disambut positif 10 orang mahasiswa KKN Unram dengan melakukan pemetaan potensi desa, permasalahan yang dihadapi, rencana pengembangan, dan potensi kolaborasi dengan para pihak yang terkait.

“Program kerja utama kami pada KKN pertama ini adalah mengajak masyarakat untuk melakukan perencanaan pembangunan secara partisipatif” jelas Muhammad Yusriansyah, Ketua Kelompok KKN Unram Desa Mareje Timur. “Hasil perencanaan ini akan menjadi dasar untuk penentuan program kerja KKN periode-periode berikutnya” lanjut mahasiswa Fakultas Ekonomi ini.

Kegiatan FGD Mahasiswa KKN Unram berkolaborasi dengan Asosiasi Wisata Petualangan Indonesia (IATTA) dan Yayasan Bintang Kecil, mengadirkan Sabil Risaldy Idris dari IATTA sebagai narasumber dan Nanik Munthohiyah dari YBK sebagai fasilitator.

Program-program KKN tersebut diharapkan berkesinambungan agar dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mareje Timur. Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK) KKN Desa Mareje Timur, Agus Purbathin Hadi, mengungkapkan bahwa program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN adalah untuk mendukung Program Kampus Berdampak yang diluncurkan tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi , Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

BACA JUGA:  MANTAP! Prodi Ilmu Komunikasi Unram Raih Akreditasi Unggul. Dr Agus Purbathin Hadi MSi: Tahun ini Mengajukan Akreditasi Internasional

“Program ini bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang aktif dalam memecahkan masalah nyata di masyarakat dan lingkungan sekitar” ungkap pria yang juga menjabat Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FHISIP Unram.

Tujuan utama dari Program Kampus Berdampak adalah menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas Pendidikan tinggi dengan fokus pada dampak sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Sebagai perguruan tinggi terakreditasi unggul, Unram berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menciptakan perubahan” kata Agus.

Kegiatan perencanaan partisipatif dilaksanakan mulai dari tingkat dusun sejak awal Januari 2026, dengan melibatkan perwakilan kelompok-kelompok masyarakat berperpektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau GEDSI.

Pendekatan yang digunakan dalam proses perencanaan partisipatif ini adalah pendekatan pengembangan masyarakat berbasis potensi, dimana masyarakat diajak untuk mengenali semua potensi sosial, budaya, ekonomi, dan potensi alam yang mereka miliki untuk menyelesaikan berbagai persoalan Pembangunan yang mereka hadapi.

BACA JUGA:  Robby Firmansyah: BEM FHISIP Unram Siap Gelar Muswil BEM FH se-NTB 2024

Melalui teknik-teknik pemahaman desa secara cepat atau PRA, masyarakat mulai dari tingkat dusun dapat menginventaris potensi yang mereka miliki, menyusun rencana pengembangan, dan memetakakan para pihak yang berperan dalam kolaborasi pembangunan desa.

Hasil perencanaan partisipatif di tingkat dusun akan diplenokan di tingkat desa pada tanggal 2 Februari 2026, untuk bersama-sama menghasilkan perencanaan Pembangunan Desa Mareje Timur yang berkelanjutan.

Desa Mareje Timur terletak di perbukitan pinggiran hutan Mareje yang membentang di perbatasan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah. Lanskap alamnya terbentang indah, dan kontur perbukitan membuat hamparan persawahan dibuat bertingkat atau terasering.

Sebagai desa persawahan, potensi pertanian dan peternakan juga besar, cocok untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura dan peternakan sapi. Dari segi sosial budaya, keunikan yang dimilik Desa Mareje Timur yang tidak ditemukan di desa lain adalah kerukunan antar pemeluk agama Islam dan agama Budha yang terjaga sejak dari nenek moyang mereka.

Di Desa Mareje Timur terdapat vihara Tendaun Girisena di Dusun Tendaun, berdampingan dengan masjid-masjid di sekitarnya. Pemeluk agama Budha adalah masyarakat Suku Sasak, suku yang sama dengan mayoritas masyarakat Desa Mareje Timur, dengan adat, tradisi dan budaya yang sama.

Keindahan alam, kekayaan budaya, seni, tradisi dan kerukunan antar pemeluk agama, membuat Desa Mareje Timur potensial dikembangkan menjadi desa wisata. Hal ini juga mengemuka dari hasil perencanaan partisipatif di 12 dusun, dimana Masyarakat mengingkan desanya dikembangkan menjadi desa wisata.

BACA JUGA:  Jadi Khatib Shalat Idul Fitri di Kampus Unram, Dr Muazar Habibi Singgung Keluarga Sebagai Madrasah Pertama Mendidik Anak. Ini Paparannya!

Terlebih di Desa Mareje telah ada obyek wisata Telaga Pandanwangi yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung Mareje.

Pihak desa telah melakukan membuka camping ground, namun tempat wisata ini tidak berkembang. Menyikapi keinginan Masyarakat, kelompok KKN Unram melakukan diskusi kelompok berfokus atau FGD pengembangan desa wisata pada tanggal 17 Januari 2026.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Asosiasi Wisata Petualangan Indonesia (IATTA) dan Yayasan Bintang Kecil, mengadirkan Sabil Risaldy Idris dari IATTA sebagai narasumber dan Nanik Munthohiyah dari YBK sebagai fasilitator.

Hasil dari FGD dan perumusan lebih lanjut oleh kelompok-kelompok masyarakat akan menghasilkan peta jalan pengembangan desa wisata, yang nantinya akan diplenokan bersamaan dengan perencanaan setiap dusun di awal buan Februari 2026.

Melalui kegiatan yang dilaksakan mahasiswa KKN, Agus Purbathin Hadi selaku DPK berharap Kampus Berdampak dapat menjadi arah baru bagi Universitas Mataram , agar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang aktif memecahkan permasalahan nyata di masyarakat. (editorMRC)