MATARAMRADIO.COM – Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri menyatakan ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk menekan angka stunting, diantaranya dengan memberikan makanan tambahan dan gerakan orang tua asuh.
Meski gerakan orang tua asuh sudah mencapai 180 persen, namun belum mampu memberikan dampak signifikan dalam penurunan stunting.
“Kami berharap lewat program MBG yang memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita bisa membantu menurunkan angka stunting,” katanya, Senin 1 Desember 2025.


Sementara Ketua Tim PKK NTB, Sinta Agathia menyatakan pihaknya akan bergerak bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan melibatkan kader Posyandu dalam upaya menurunkan angka stunting.
“Kader posyandu akan dilibatkan dalam pembagian makanan agar tepat sasaran dan tepat gizi,” katanya.
Menurut Sinta, dengan adanya urun rembuk stunting diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan tugas antara TP PKK dengan kader Posyandu.
” TP PKK bergerak untuk tindakan pencegahan sedang posyandu bergerak untuk menangani kasus yang sudah terjadi,” katanya.***





































































































































