Fahrurrozi Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus. Kakansar : Waspada Saat Cuaca Ekstrem


“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 4,6  nautical mile dari bibir pantai  atau lokasi kejadian,” jelas Kepala SAR Mataram, Lalu Wahyu Efend Rabu, 2 Oktober 2024.

BACA JUGA:  Jenazah Mahasiswi Gantung Diri Diotopsi


Menurut Wahyu, sejak adanya laporan warga yang terseret arus pada Senin, 30 September 2024, Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran ditempat kejadian

Namun, pencarian korban hingga hari kedua yang melibatkan aparat kepolisian, TNI dan juga masyarakat tersebut belum membuahkan hasil.


“Di hari ketiga,  Rabu 2 Oktober 2024 sekitar pukul 09.47 WITA, seorang nelayan yang sedang mencari ikan menemukan jasad korban terapung sejauh 4,6  nautical mile dari bibir pantai,” jelasnya.

BACA JUGA:  Viral di Media Sosial, Tarian Erotis Buat Sesak Udara Lombok


Tim SAR yang mendapat informasi tersebut, jelas Wahyu langsung ke lokasi penemuan  dan melakukan evakuasi korban


Sebelumnya, pada Senin, 30 September 2024, Fahrurrozi dilaporkan hilang terseret ombak setelah berhasil menyelamatkan anak dan keponakannya yang  terseret arus.


Sayangnya, Fahrurrozi tidak bisa menyelamatkan diri dari arus yang menyeretnya hingga ditemukan meninggal dunia pada Rabu 2 Oktober 2024.***

BACA JUGA:  Cuaca dan Material Sebab Bendungan Meninting Terlambat