Komisi IV DPR RI Persoalkan Anggaran Pengadaan Ayam Lokal dan Babi

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Wakil rakyat di Senayan asal NTB, Johan Rosihan bersama rekan-rekannya di Komisi IV DPR RI mempersoalkan tingginya anggaran untuk pengadaan ayam lokal dan babi dalam pos pengembangan unggas lokal dan aneka ternak Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Politisi PKS Dapil NTB ini melalui status terbaru di akun Facebooknya, Minggu (3/5).

Disebutkan, dalam RDP secara virtual bersama Eselon I Kementerian Pertanian, Johan Rosihan dan rekannya di Komisi IV DPR RI mempertanyakan anggaran pengadaan ayam lokal dalam pos pengembangan unggas lokal dan aneka ternak oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

BACA JUGA:  Peneliti Unram: Bila Tidak Ketat, Ribuan Orang di NTB Akan Positif Covid19

Menurut persentasi laporan refocusing anggaran APBN 2020, Kementerian mengalokasikan dana sekitar Rp 26,2 miliar untuk pengadaan 35 ribu ekor ayam. Kalau dihitung baik-baik, artinya rata-rata satu ekor ayam itu jatuhnya Rp 770 ribu. “Kami menilai anggaran sebesar itu terlampau tinggi,”ulasnya.

Johan menjelaskan, tak hanya untuk pengadaan ayam lokal, Ketua Komisi juga mempertanyakan anggaran pengadaan babi yang mencapai Rp 5,03 miliar untuk 550 ekor. “Dari total pengadaan babi ini, tiap-tiap ekor seumpama dihitung nilainya mencapai Rp 9 juta,”sebutnya.

BACA JUGA:  Demi Tokek, Mobil Sewaan Digadai

Adapun Dirjen Kementerian Peternakan dan kesehatan hewan kemudian berjanji untuk melakukan penyisiran ulang. “Kita tentu tidak ingin ada akal-akalan soal data, kemudian menjadi celah bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan keadaan,”tegasnya.

Bagi Johan, berulang kali dirinya menyampaikan bahwa sangat penting untuk mengawal setiap bantuan dari pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. “Kita tidak ingin situasi krisis malah menjadi lahan bagi segelintir orang untuk mengambil keuntungan,”tandasnya. (MRC-01)

BACA JUGA:  KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan