MATARAMRADIO.COM – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika terus menunjukkan dinamika positif seiring meningkatnya aktivitas pariwisata, pertumbuhan ekonomi lokal, dan terbukanya berbagai peluang usaha baru bagi masyarakat.
Untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor kunci dalam setiap proses pengembangan kawasan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan KEK Mandalika yang digelar InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bekerja sama dengan tim fasilitator Universitas Mataram (Unram) pada 3–4 Juni 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah.


Forum yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan perwakilan pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga mitra. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan terkait dampak pembangunan kawasan sekaligus merumuskan langkah strategis guna menjaga keberlanjutan The Mandalika di masa mendatang.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa pembangunan destinasi kelas dunia tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan pembangunan fisik semata. Menurutnya, partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi indikator penting keberhasilan sebuah destinasi wisata.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung. Karena itu, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan berbagai perspektif, mengevaluasi dampak yang telah dirasakan, serta mengidentifikasi peluang perbaikan dan penguatan ke depan. Masukan yang disampaikan akan menjadi referensi berharga bagi kami dalam memastikan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah maupun masyarakat sekitar,” ujar Troy.
Menurutnya, transformasi yang terjadi di kawasan The Mandalika saat ini telah membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kawasan tersebut juga memicu perkembangan UMKM, usaha kuliner, jasa pendukung wisata, hingga peningkatan aktivitas ekonomi lainnya yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Kegiatan FGD tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turut hadir dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan kawasan strategis nasional tersebut.
Kehadiran pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan arah pengembangan KEK Mandalika tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat, rencana pembangunan daerah, serta konsep pariwisata berkelanjutan yang menjadi prioritas pembangunan Lombok Tengah.
Di sisi lain, ITDC juga terus memperkuat infrastruktur kawasan melalui pelaksanaan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP).
Program tersebut didukung pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan difokuskan pada pengembangan infrastruktur dasar serta fasilitas pendukung pariwisata.
Melalui proyek tersebut, sejumlah sarana strategis telah dibangun, mulai dari jaringan jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, sistem drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana, hingga berbagai infrastruktur publik yang menunjang kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
Pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sportstainment bertaraf internasional, tetapi juga mendukung terciptanya manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan.
Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai peserta turut menyampaikan pandangan mengenai dampak yang telah dirasakan sejak hadirnya The Mandalika.
Salah satunya disampaikan tokoh masyarakat Rata Wijaya yang menilai kawasan tersebut telah membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan masyarakat lokal.
“Masyarakat saat ini memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian dibanding sebelumnya. Selain sektor pertanian dan perikanan yang tetap menjadi basis ekonomi masyarakat, kini juga berkembang sektor UMKM, jasa, kuliner, dan aktivitas pariwisata lainnya. Ke depan, kami berharap masyarakat lokal terus mendapatkan ruang untuk berkembang sehingga manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas,” ungkapnya.
Berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari dampak pariwisata terhadap masyarakat, peluang kerja dan penguatan ekonomi lokal, keberlanjutan mata pencaharian masyarakat, pelestarian kearifan lokal, hingga peningkatan partisipasi stakeholder dalam proses pembangunan kawasan.
Melalui forum ini, seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan pengembangan The Mandalika tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, serta tata kelola yang baik.
ITDC menilai dialog yang terbuka dan berkelanjutan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan destinasi wisata modern yang semakin kompleks. Karena itu, ruang partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap kebijakan dan program pembangunan mampu memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak.
“Ke depan, tantangan pengelolaan destinasi akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan. Karena itu, ITDC akan terus membuka ruang dialog dan partisipasi untuk memastikan setiap langkah pengembangan The Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang,” tutup Troy.***





















































































































































