Viral: Surat Terbuka Minta Umbrella Girls Berhijab Pada Pengelola Mandalika Sirkuit

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Surat terbuka elektronik yang ditulis seorang penggiat media sosial dengan akun bernama Dedikasi tiba-tiba viral dan jadi perbincangan hangat warga dunia maya.

Pasalnya, penulis surat terbuka elektronik itu menyampaikan sejumlah pernyataan sikap dan usulan yang ditujukan kepada Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Pihak Dorna Sport selaku promotor MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Salah satu permintaannya adalah agar pihak terkait menggunakan Umbrella Girls berhijab guna menunjang wisata halal sebagai brand pariwisata di Pulau Lombok.
Dia juga meminta agar kemenangan para pembalap juara kiranya tidak menyemprotkan minuman beralkohol champagne tapi diganti dengan cairan mawar yang tidak mengandung alkohol. “Ataupun kalo mau minumam lokal bisa botolnya diisi tuak manis atau susu kuda liar Sumbawa,”tulisnya.

BACA JUGA:  Mimpi Karim Benzema Raih Ballon d'Or


Berikut isi lengkap surat terbuka elektronik penggiat medsos Dedikasi sebagaimana diunggah dalam status terbaru di akun facebooknya, Minggu (24/10).

Yang terhormat Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pengelola Sirkuit Mandalika dan Pihak Dorna Sport sebagai promotor MotoGP, kami menyarankan beberapa hal terkait pelaksanaan balap MotoGP maupun WSBK untuk menunjang wisata halal sebagai brand pariwisata Pulau Lombok :

Para Umbrella Girls di Sirkuit Mandalika sebaiknya berjilbab atau peran para umbrella girls itu diganti oleh anak2 sebagaimana peran Grid Girls yang sudah diganti oleh Grid Kids pada balapan Formula 1 dan Formula E. Mudah2an promotor MotoGP dan WSBK dapat membicarakan hal tersebut dengan pihak FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme);

Untuk selebrasi kemenangan pembalap juara, mohon sang juara di Sirkuit Mandalika tidak menyemprotkan minuman beralkohol champagne, tapi seperti di sirkuit Abu Dhabi dan Bahrain, isi botol bisa diganti dengan cairan mawar yang tidak mengandung alkohol, ataupun kalo mau minuman lokal bisa botolnya diisi tuak manis atau susu kuda liar

Mohon Pak Ustad komisaris ITDC bisa membantu menyuarakan hal tersebut, supaya brand Wisata Halal itu jangan sekedar dipakai di waktu dan tempat tertentu sesuai kebutuhan dan kepentingan 👌

SalamDariOrangLugu

Hingga berita ini diturunkan, pro kontra atas surat terbuka elektronik tersebut masih berlanjut di antara warga dunia maya. Sayangnya, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. (EditorMRC)