PTAM GM Mangkir, Pemkot Mataram Ultimatum Penuntasan Trotoar KBC

--- Advertisement ---coinpayu

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akhirnya mengultimatum perusahaan daerah lagi PT Air Minum (PTAM) Giri Menang karena dianggap mangkir dari tanggungjawabnya. Pasalnya pekerjaan perbaikan (recovery) bekas galian pipa di sepanjang di Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) belum juga kelar.

Praktis, pesona KBC yang telah tertata rapi sebelumnya dan menguras anggaran negara hingga miliaran rupiah tersebut berubah karut marut. Jelas ini sangat mengganggu kepentingan publik yang melakukan aktivitas ekonomi, hingga persiapan kedatangan penonton dan tamu dari mancanegara yang akan tiba jelang gelaran even internasional World Super Bike (WSBK) Championship , November mendatang.


Siang kemarin, usai melantik dan mengambil sumpah jabatan 90 pejabat baru di lingkup Pemkot Mataram, Walikota Mohan Roliskana menyempatkan meninjau langsung kondisi KBC dari dekat. Ia mengaku sedang menunggu hasil kajian terbaru dari tim asistensi terkait recovery yang dilakukan PTAM Giri Menang di KBC.
“Bila nantinya hasil dari tim asistensi belum sesuai seperti semula atau tidak sesuai spek, otomatis PTAM Giri Menang tidak kita izinkan melanjutkan galian,” kata Mohan Roliskana.

BACA JUGA:  Sekda Kota Mataram: Pentingnya Data dalam Penanganan Kasus Covid-19


Lebih tegas lagi, Walikota menyatakan keberatan pihaknya atas proses galian atau tumpukan tanah di sekitar KBC, sebelum pemulihan dilakukan sesegera mungkin oleh pihak PTAM. Keberadaan trotoar dan ornamen lain yang poranda akibat galian pipa harus dikembalikan seperti semula, baru diperkenankan melanjutkan galian.“Hasil perbaikan nanti sesuai rekomendasi dari tim asistensi. Kalau tidak seperti semula tentu tidak akan dilanjutkan,” ujar tokoh utama DPD I Golkar NTB ini.


Demi kepastian waktu, Mohan Roliskana mengingatkan agar persoalan tersebut dituntaskan sebelum November, mendatang. Lebih tepatnya menjelang perhelatan even internasional WSBK Championship, 19 sampai 21 November yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
“Pokoknya sebelum November tidak boleh ada tumpukan tanah di sepanjang KBC,” ulasnya lagi.

BACA JUGA:  Walikota Mataram Lepas Kontingen LASQI

Tim tindaklanjuti


Sebelumnya, Tim Asistensi Terpadu Rekondisi Pemkot Mataram, menyatakan keseriusannya mendalami dan mengawasi penyelesaian permasalahan KBC tersebut. Tim ini bahkan sedang menindaklanjutinya.
“Sepanjang recovery tidak dilakukan seperti semula, maka tidak boleh ada galian lagi,” kata salah satu Anggota Tim Asistensi H Mahmuddin Tura kepada pers, seperti dikutip media ini dari Harian Pagi Lombok Post, edisi Selasa (5/10/2021).


Disebutkan pula, sesuai pantauan surat kabar tersebut, perbaikan masih dilakukan para pekerja hingga Rabu (6/10/2021). Bahkan beberapa titik di KBC belum dilakukan perbaikan sama sekali. Seperti di Jalan Selaparang, tepatnya sebelah timur simpang empat Cakranegara. Kabarnya, di titik tersebut, bekas galian masih tampak menganga. Begitu pula di Jalan Pejanggik dan di beberapa titik lainnya masih banyak yang harus diperbaiki si pelaksana proyek.”Sesuai kesepakatan, jika pihak PDAM belum mengembalikan KBC seperti semula, maka galian pipa tidak boleh dilanjutkan,” ujar Mahmuddin Tura.

BACA JUGA:  Semarakkan WSBK, Pemkot Mataram Siapkan Even Bergengsi


Bahkan, bebernya, mestinya Selasa (5/10/2021) merupakan batas waktu yang diberikan kepada PTAM Giri Menang untuk melakukan perbaikan KBC. Namun sejauh ini tim belum bergerak mengecek finalisasi perbaikan yang dilakukan tersebut.
“Jika hasilnya tidak sesuai spek atau tidak dikembalikan seperti semula, maka tidak boleh ada galian lanjutan,” tegas dia.
Kamis, kemarin, tim asistensi mendampingi walikota meninjau perbaikan yang dilakukan PTAM Giri Menang di KBC. Dikabarkan pula bahwa tim asistensi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) NTB juga akan mengecek hasil recovery yang dilakukan PTAM.
Bagaimanapun perkembangan perbaikan yang sudah rampung dilakukan PTAM Giri Menang tetap akan dievaluasi. Jika hasilnya belum memenuhi standar persyaratan (spek) yang ditetapkan, akan dikaji lagi sebagai dasar perbaikan ulang.“Kalau hasil pekerjaannya asal-asalan tentu akan kita tolak,” ujar dia. (MRC-007)