Gara-gara Covid, 12 Menteri India Mengundurkan Diri

MATARAMRADIO.COM, New Delhi –  Perdana Menteri India Narendra Modi benar-benar dibuat pusing dengan penanganan Covid 19 yang telah merenggut banyak korban jiwa di Negeri Hindustan tersebut.

Sang perdana menteri pun berencana akan merombak kabinetnya menyusul sebanyak 12 menteri termasuk Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan mengundurkan diri massal. Kabarnya, 12 menteri India mengundurkan diri massal sebagaimana dilansir media berpengaruh Indian Express pada Rabu (7/7)

BACA JUGA:  Dominasi Dolar AS Mulai Terancam Uang Digital China

Indian Express melaporkan menteri lain yang mengundurkan diri yakni Menteri Pendidikan Ramesh Pokhriyal Nishank. Kemudian, Menteri Hukum dan Keadilan, Elektronik, dan Teknologi Informasi Ravi Shankar Prasad serta Menteri Lingkungan Hidup, Hutan, dan Perubahan Iklim Prakash Javadekar.

Selain itu, ada pula Babul Supriyo, Sadananda Gowda, Santosh Gangwar, dan Debasree Chaudhuri.
Serta Rattan Lal Kataria, Sanjay Dhotre, Thawarchand Gehlot, Pratap Chandra Sarangi, dan juga Ashwini Chaubey (MoS).

BACA JUGA:  Inggris Akan Tempatkan Kapal Perang Permanen di Laut China Selatan

Sumber terdekat menyatakan langkah tersebut merupakan harga politik atas perjuangan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Di sisi lain, sejumlah media lokal mengatakan 12 menteri tersebut mengundurkan diri setelah merebak kabar Perdana Menteri Narendra Modi akan merombak kabinet.


Pemerintah memutuskan untuk merombak kabinet setelah memperoleh kritikan terkait kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 melonjak pada April dan Mei.

Kendati demikian, pemerintah India kabarnya akan melakukan perombakan pada kementerian tenaga kerja. Sejumlah media lokal menyebut, pemerintah tidak mungkin merombak menteri keuangan, urusan luar negeri, dalam negeri, dan pertahanan.

BACA JUGA:  India Diprediksi Jadi Negara Terpadat Penduduk di Dunia Tahun 2027

Sementara itu, media pemerintah, Radio All India memperkirakan Modi akan menunjuk kader yang lebih muda dari partainya. Selain itu, Modi juga berencana untuk memberikan porsi lebih besar kepada perempuan di kursi pemerintahan. (EditorMRC)

Foto utama: www.bussinessstandard.com