Jaga Kelestarian Alam, Kades Lenek Duren Haramkan Tambang Galian C di Wilayahnya

MATARAMRADIO.COM, Lombok Timur– Meskipun Desa ini berbatasan dengan hutan tutupan atau TNGR, tetapi kepala Desa Lenek Duren, Juhi punya ide cemerlang dalam mengangkat sumber daya alam (SDA) dengan tetap menjaga kelestarian alammnya.

Karena itu, desa yang terkenal dengan desa durian ini fokus membangun wisata agro.

Kepala Desa Lenek Duren, Juhi, kepada media ini, Ahad, 9 Agustus 2020 mengatakan, sebagai salah satu jalur Pendakian Gunung Rinjani, Lenek Duren tidak salah jika menjaga kelestarian alamnya dan mengharamkan tambang Galian C.

BACA JUGA:  IKSI Lombok Timur Meningkat

Ada beberapa torobosan yang dilakukan Pemdes Lenek Duren dengan mengharamkan adanya Galian C di wilayahnya, diantaranya.

Mewajibkan setiap rumah menanam satu pohon durian atau Duren setiap tahunnya, sehingga kelak desa ini menjadi Desa penghasil durian terbesar di Lombok Timur, tidak hanya desanya bernama Duren tapi terbukti desa tersebut menghasil produksi hutan berupa durian

Pemdes Lenek Duren juga telah mendirikan ritel modern bernama BUMdesMart ” Sabuk Rinjani ” dan tahun 2021 akan mendirikan Homestay dari Dana Desa dan tahun ini sudah dibebaskan lahan seluas 30 are untuk pembangunan homestay .

BACA JUGA:  Wakil Bupati Lotim dan Isteri Dinyatakan Positif Covid-19

Dikatakan, Juhi, bebera pengusaha yang pernah minta izin untuk melakukan penambangan galian C, saya tolak, karena kata dia, penambangan tersebut merusak bentangan alam, sementara tujuan membangun desa ini fokus agro wisata dan jangka panjang .

” Selama saya menjadi kepala desa di Lenek Duren, saya haramkan adaya penambangan Galian C, karena akan merusak ekosistem dan mencemari Lenek Duren nantinya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ini Pesan Bupati Sukiman Untuk Peserta MTQ NTB 2022 di Lombok Timur

Juhi berharap rencana kunjungan tim dari TNGR dan Dinas Pariwisata Lotim pada Senin besok, 10 Agustus 2020 ke Lenek Duren untuk melihat kemungkinan membuka jalan baru atau Tracking ke Gunung Rinjani. ( Jalur Selatan) membawa dampak positif pengembangan Lenek Duren sebagai desa wisata kedepan.  ( MRC)